Pasific Pos.com
Pendidikan & Kesehatan

Tidak Ada KLB di Okbab Pegunungan Bintang

Pelayanan Kesehatan Sangat Minim

 

Jayapura, – Kematian 23 anak dan 4 orang dewasa di kampung Pedam , distrik Okbab kabupaten Pegunungan Bintang bukan merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB). Demikian dikatakan Kapendam XVII/Cenderawasih, Kol. Inf. Much. Aidi usai melakukan kunjungan ke distrik Okbab.

“Untuk mengkonfirmasi berita tersebut dan melaksanakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Pedam serta mencegah perluasan KLB, maka Mabes TNI membentuk Tim Aju Satgaskes Oksibil berkekuatan 8 personel, dipimpin Kol. Kes. dr Iwan Trihapsoro, SpKK, SpKP, Kabidum Puskes TNI,” ujar Kapendam.

Lebih lanjut dijelaskannya, tim ini berangkat dengan heli Mi-17 dari Lanud Sentani ke Pedam dengan waktu tempuh 1 jam 20 menit. Tiba di Pedam, Tim kesehatan langsung mengadakan rapat koordinasi.

Pada pertemuan ini kepala dinas kesehatan kabupaten Pegunungan Bintang, Iryanto Pawika mengatakan 23 pasien anak dan 4 dewasa meninggal karena kasus ispa, diare dehidrasi berat dan gizi kurang.

“Kemarin 1 anak umur 3 tahun jenis kelamin laki laki meninggal karena dehidrasi berat oleh karena diare, dan gizi kurang, asal dari Pedam atas nama Arkison Keduma. Tidak ada yg meninggal karena campak, ” ujar Iryanto Pawika.

Lebih lanjut Iryanto Pawika menjelaskan bahwa kasus campak tahun 2017 sampe dengan saat ini dinyatakan nihil. Sementara kasus gizi kurang kira Kira diceritakan sekitar 500 anak.

“Kami perlu cool chime sehingga Bisa vaksin mandiri. Perlu Solar cell untuk listrik, PMT untuk 30 Puskesmas dan 4 Pustu di 34 distrik. Bantuan radio SSB untuk sarana komunikasi dan perlu pendirian pustu tiap kampung,” ujarnya.

Dijelaskan pula, selama dua hari tim kesehatan berada di kampung Pedam telah melayani 68 orang, mengadakan penyuluhan kesehatan , pemberian makanan tambahan, serta penyusuran oleh tim, ke 5 dusun di Pedam untuk mencari penyakit dan verifikasi kuburan 27 korban meninggal.

Mendengar penjelasan ini wakil bupati, Deckh Deal S.ip berterima kasih atas bantuan TNI yang telah bertindak mendorong Pemda dan mendukung Alutaista alat angkut pesawat Heli.

“Kami belum mendapatkan perhatian dari pihak manapun tapi Kodam XVII/Cenderawasih didukung TNI dari pusat langsung bertindak,” ujar wakil bupati.

Wakil bupati mengatakan pemerintah daerah kabupaten Pegunungan Bintang, siap menyediakan lahan untuk relokasi rakyat ke pusat pelayanan sosial, sarana kesehatan, pendidikan, pasar, sarana ibadah, sarana dan sarana transportasi secara terpusat.

“Kesulitan pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat saat ini karena mereka hidup terpencar-pencar dengan jarak yang sangat jauh harus ditempuh berjam-jam bahkan berhari-hari antara satu tempat dengan tempat lainnya,” ujar wakil bupati.

Sementara itu perawat kabid P2 PLP, Hubertus mengatakan bahwa tidak ada rumah sehat di kampung Pedam sehingga banyak kasus ISPA
Pada rapat koordinasi ini kepala kampung, Robert Uruan mewakili masyarakat distrik Okbab berterima kasih atas bantuan TNI.

“Selama 2 tahun kami tidak pernah tersentuh oleh pemerintah dan tidak pernah dapat bantuan apapun termasuk raskin, baru tentara yang datang membantu kami.
“Perumahan tidak sehat. Satu ruangan untuk tidur, dapur. Makanan pokok masyarakat sehari-hari hanya umbi-umbian tampa lauk pauk. Kami hanya makan daging babi kalau ada duka baru bunuh babi, sangat tidak seimbang dan tidak sehat. Kami perlu beras, lauk-pauk alat makan piring sendok, alat masak, alat tidur, pakaian, pipa untuk air bersih,” ujar kepala kampung.

Dari hasil pertemuan ini disepakati bahwa di kampung Pedam, distrik Okbab tidak ada KLB Campak. Namun pelayanan dan fasilitas kesehatan sangat sehingga memerlukan perhatian khusus.