Pasific Pos.com
Papua Barat

Terpilih, Dominggas Rumbruren akan Ubah Imej Sanggeng

Manokwari, TP – Warga Sanggeng patut menjadi contoh. Bukan hanya pemilihan kepala daerah maupun anggota legislative, namun demokrasi telah mereka perlihatkan saat melakukan pemilihan Ketua RT 3 dan RW 4 Kelurahan Sanggeng Distrik Manokwari Barat, Sabtu (18/2).

Pantauan Tabura Pos, warga setempat telah berdatangan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lapangan Hijau Jl. Ciliung Sanggeng sejak pagi pukul 08.00 hingga 14.30 WIT. Kedatangan mereka untuk menyalurkan hak suaranya kepada 4 kandidat.

Diantaranya, nomor urut 1 Dominggas Rumbruren, nomor urut 2 Kostan Waropen, nomor urut 3 Jonwel S. Yomaki, dan nomor urut 4 Pakomis Wambrauw.

Badan Formatur Pemilu Ketua RT3/RW4 mengakomodir Data Pemilih Tetapi (DPT) sebanyak 280 surat ditambah dengan 2 persen surat suara tambahan.

Hasil pemungutan suara tersebut, Dominggas Rumbruren memperoleh 121 suara, disusul Jonwel S. Yomaki dengan jumlah 75 suara, kemudian Pakomis Wambrauw 38 suara dan Kostan Waropen mendapat dukungan 35 suara.

Jumlah surat suara yang digunakan pemilih sebanyak 269 suara dan kandidat nomor urut 1 dinyatakan terpilih sebagai Ketua RT/3/RW4 kelurahan Sanggeng periode 2018-2022 dengan perolehan suara tertinggi 121.

Koordinator Pelaksanaan Pemilihan Ketua RT3/RW3 Kelurahan Sanggeng, Theo Mumkim Apay mengatakan, warganya belum memiliki Ketua RT3/RW4 namun dengan dorongan warga kelurahan Sanggeng akhirnya mereka melakukan pemilihan secara demokrasi.

“Saya harap untuk RT-RT lainnya di Sanggeng dan juga di wilayah Manokwari dapat melakukan pemilihan RT secara demokrasi,” harapnya seraya mengucapkan terima kasih kepada Babinsa Kelurahan Sanggeng, Sersan Kepala (Serka) Domi Wanma yang telah menjaga keamanan selama proses pemilihan berlangsung.

Ketua RW4 Kelurahan Sanggeng, Samuel Inarkombu mengutarakan, pemilihan secara demokrasi sebenarnya sudah menjadi kerinduannya dan telah direncanakan bersama, karena demokrasi juga telah menjadi aturan Negara.

“Kalau kita lihat setiap 5 tahun ada pemilu legislatif, kepala daerah dan kepala negara. Tapi kita lupa bahwa dasar dari semua itu ada di unsur pemerintahan terkecil yaitu warga di tingkat kelurahan,” tukasnya.

Samuel mengungkapkan, yang memotifasi pemilihan Ketua RT3/RW4 dilakukan secara demokrasi malah datang dari warga Sanggeng. Dan, itu merupakan ide dan gagasan yang bagus sehingga bersama masyarakat bisa dilaksanakan.

Sebelumnya, tambahnya pemilihan Ketua RT secara demokrasi juga sudah dilakukan pada tanggal 7 Februari 2018 untuk tingkat RT 2 Kelurahan Sanggeng dan kini dilanjutkan di RT 3. Berikutnya akan dilaksanakan di RT 1.

Dengan pemilihan RT secara demokrasi, dirinya berharap kepengurusan administasi di RT1-RT3 Kelurahan Sanggeng dapat ditata dengan baik dan memiliki ketua RW agar warga Sanggeng tidak bingung.

“Kalau sudah ada kepengurusan RT dan RW yang jelas, maka pemerintah sudah tidak akan sungkan melaksanakan program-program pemerintah,” ujarnya.

Arius Mofu warga RT3/RW4 Kelurahan Sanggeng, sangat bangga dan senang dengan system pemilihan Ketua RT di tempatnya. Menurutnya, pemilihan secara demokrasi itu menjadi sejarah di Manokwari.

Sejak lahir, ungkap Mofu di RT3/RW4 belum ada pemilihan Ketua RT secara demokrasi. “Ya walaupun ada, itu hanya tunjuk-tujuk saja dan kita tidak tahu kapan dilakukan tunjuk-tujuk itu,” kata Mofu usai memilih.

Menurutnya, pemilihan itu menunjukan bahwa warga Sanggeng telah memahami apa itu pesta demokrasi. Apalagi, keterwakilan perempuan juga dipenuhi, yakni 3 calon laki-laki dan 1 calon perempuan.

“Ternyata, kaum perempuanlah yang terpilih. Ini membuktikan bahwa perempuan Papua juga telah siap menjadi pemimpin. Ya, mungkin hari ini jadi Ketua RT, besok jadi Kepala Kampung atau menjadi Bupati atau anggota dewan. Ini menunjukan bahwa kehidupan berdemokrasi kami warga Sanggeng sudah terlaksana,” ujarnya.

Dirinya berharap, Ketua RT yang telah terpilih dapat menyusun struktur kerja dan memilih cabinet yang tepat dan memahami kerja. “Sehingga, kami warga yang memilih jika mendapatkan masalah diatasi dengan baik,”imbuhnya.

Apabila struktur RT telah terbentuk, Mofu berharap pengurus yang menangani kedukaan dibentuk. Berharap, nantinya bisa mengkoordinir warga lainnya dan bisa bahu membahu membantu warga yang sedang berduka.

Bukan hanya itu, dirinya juga berharap pemerintahan mengalokasikan anggaran untuk pemilihan RT secara demokrasi, agar pemilihan tingkat kelurahan bisa dilakukan secara lancar. “Jadi bapak Bupati, bapak Sekda, bapak Camat, Kelurahan jangan lupa programkan ini, biarlah momentum ini menjadi contoh bagi RT-RT lain di daerah ini,” pungkasnya.

Ketua RT3/RW4 Terpilih, Dominggas Rumbruren sangat bersyukur secara umum dipilih dan terpilih menjadi Ketua RT3/RW4 .

Sesuai visi dan misinya ke depan, Ia akan berupaya mengubah imej tentang Sanggeng yang melulu dicap daerah merah atau rawan kekerasan.

“Walaupun orang mengatakan anak-anak Sanggeng adalah anak-anak yang nakal tetapi, bagi saya anak-anak ini atau saudara saya tidak nakal hanya saja karena faktor ekonomi dan pendidikan sehingga mereka melakukan hal itu,” katanya.

Sebenarnya, lanjutnya dia bukan anak-anak Sanggeng saja yang melakukannya, ada pula oknum-oknum dari luar Sanggeng yang melakukan kenakalan. Untuk itu, pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah agar dapat mengangkat program-program yang mampu mengubah Sanggeng lebih baik kedepan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada warga Sanggeng yang telah memberikan kepercayaan dan juga tanggungjawab kepada saya untuk menjadi Ketua RT3/RW4,” tandas Rumbruren. [FSM-R3]