Pasific Pos.com
Papua Selatan

Terkait Pengisian PDSS, Diharap Tidak Ada Sekolah Yang Terkendala

 

MERAUKE,ARAFURA,-Sosialisasi tentang tahapan pengisian PDSS secara terus menerus dilakukan pihak Unmus dengan harapan pada pelaksanaan tahun ini tidak ada lagi sekolah yang menghadapi kendala. Setelah tahapan finalisasi kemudian ada yang namanya ferivikasi dan selanjutnya sekolah akan mendapatkan password untuk digunakan dalam pendaftaran SNMPTN. Khusus untuk password ini, kepala sekolah bisa membantu siswa untuk mengubah passwordnya sehingga lebih mudah diingat oleh siswa yang bersangkutan.

Namun perlu diingat agar password tersebut harus juga disimpan di sekolah sehingga ketika siswa lupa paswordnya maka sekolah bisa memberitahukan. “Jadi jangan sampai mereka menghadapi kesulitan ketika hendak mendaftar hanya karena lupa password,”terang Godefridus Samderubun selaku Humas di hadapan kepala sekolah dam tim TIK dari seluruh SMA, SMK dan MA se-Kabupaten Merauke pada kegiatan Sosialisasi dan promosi pengisian PDSS dan SNMPTN 2018 di CoreInn hotel, Kamis (8/2) lalu.

Dijelaskan, tahun ini proses pengisian PDSS sudah dimulai sejak 13 Januari lalu dan saat sosialisasi dilakukan seharusnya sekolah-sekolah sudah berada pada tahap akhir pengisian PDSS bahkan sudah harus difinalisasi. Menjadi satu hal yang menggembirakan karena hampir semua sekolah, terutama sekolah dalam kota Merauke sudah sampai pada tahap akhir dan tinggal finalisasi. Ia secara khusus memang menekankan tentang tahap akhir pengisian PDSS di mana sekolah sudah harus melakukan finalisasi pengisian PDSS.

Sebab ini sangat penting karena berdasarkan pengalaman tahun lalu ada sekolah yang tidak bisa menyelesaikan karena terkendala. Untuk itu ia mengharapkan agar segala sesuatunya betul-betul diperhatikan termasuk syarat terkait dengan surat keterangan dari kepala sekolah di mana kepala sekolah bertanggung jawab atas isi PDSS tersebut. Baik soal nilai, akreditasi dan lain sebagainya yang telah diinput pada proses pengisian PDSS. Jika ini tidak dilakukan maka sekolah tersebut tidak akan pernah bisa selesai dan siswa tidak bisa diferivikasi untuk mendapat password dan user agar bisa mendaftar di SNMPTN.

“Ini syarat yang maha penting meskipun kelihatannya kecil. Sebab kita kerap berpikir sudah mengisi semua dengan detil, baik nilai, akreditasi, SK dan lain-lain. Namun kalau yang kecil ini tidak diingat tetap saja kita tidak akan bisa menyelesaikan. Hal ini pernah terjadi tahun lalu di mana ada dua sekolah bahkan tergolong sekolah besar yang sempat terkendala,”pungkasnya.