Pasific Pos.com
Papua Barat

Tenaga Honor Tewas Diduga Gantung Diri di Wosi Dalam

Manokwari, TP  Seorang warga penghuni kos-kosan di Jl. Pertanian, Wosi Dalam, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, ditemukan tewas, diduga gantung diri di rumahnya, Jumat (31/8) sekitar pukul 08.50 WIT.

Korban yang belakangan diketahui bernama Stevanus Erwin Indrawan itu bekerja sebagai tenaga honor di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Manokwari. Dia ditemukan tidak bernyawa dengan posisi leher terkecik ikat pinggang yang diikatkan ke teralis jendela rumah.

Seorang tetangga korban yang enggan menyebut identitasnya, mengatakan, dia sempat terkejut atas kejadian ini lantaran korban dikenal baik meski orangnya pendiam.

“Mereka tinggal bertiga, dia (korban) dengan istri dan anaknyaMereka, suami dan istrikerjajadi biasanya pulang sore. Kadang malamlangsung masuk rumah. Setiap hari begitu,” ungkap tetangga korban kepada Tabura Pos di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Ia menambahkan, korban diketahui tewas gantung diri setelah anaknya keluar sambil menangis dan mengatakan apabila bapaknya, mengikat lehernya.

“Om Leo yang masuk pertama lihat sampaikan ke kamiWaktu Kami masuk lihat Bapak Seril tergantung di jendela baru ada luka lubang sebesar pulpen di bahu kanan atas sudah birutetapi masih ada darah. Matanya juga sudah tertutup,tidak lama kami lihatpolisi datangjadi kami langsung keluar,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi membenarkan tentang adanya penemuan warga yang diduga tewas gantung diri di salah satu rumah kos di Jl. PertanianWosi Dalam.

Mengenai kronologis kejadian, Erwindi mengatakan, sesuai hasil olah TKPkorban ditemukan sudah tidak bernyawa,diduga gantung diri.

Kronologisnya, jelas Kapolres, pada Jumat (31/8) sekitar pukul 07.00 WIT, tetangga korban atas nama Estiani Yufai,mendengar pertengkaran antara korban dan istrinya dari kamar kos yang ditempati pasangan itu.

“Usai bertengkar, istri korban langsung pergi ke kantor, sementara korban dan anaknya masih tinggal di rumah,” ungkapKapolres yang dikonfirmasi Tabura Pos via ponselnya, kemarin.

Lanjut Erwindi, sekitar pukul 08.40 WIT atau beberapa saat setelah istri korban pergi, anak korban keluar dari kamar kos sambil menangis dan berlari menuju tetangga korban, Estiani Yufai, dan berkata bahwa ‘Mama Fiko, bapak ikat diri’.

Saat itu, sambung mantan Kapolres Kaimana ini, Estiani Yufai membangunkan suaminya, Leo Tawaru yang sedang tiduruntuk melihat keadaan korbandiantar anak korban. Lanjut dia, yang bersangkutan lalu masuk dan mencari korban di kamar dan dapur, tapi tidak menemukannya.

Namun, tidak lama kemudian, saksi terkejut lantaran melihat korban sudah dalam keadaan terikat di jendela dan tidak bergerak lagi.

“Saat itu Leo Tawaru langsung keluar kamar kos dan sampaikan kepada tetangga yang lain kalau Bapak Seriikat diri di dalam kamarnya. Selanjutnya, yang bersangkutan melapor ke Polsek Manokwari Kota,” kata Erwindi.

Menurut Kapolres, setelah menerima laporan itu, anggota piket Polsek Manokwari Kota dipimpin KapolsekAKP Zawal Halim mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, dan mengevakuasi korban ke RSUD Manowkari untuk dilakukan visum et repertum.

“Proses selanjutnyakami serahkan ke keluarga korban, tapi upaya penyelidikan akan tetap dilakukan untuk mengetahuipenyebab pasti kematian korban,” pungkas Kapolres. [BOM-R1]