Pasific Pos.com
Lintas Daerah

Tanggap Cepat Perum Bulog Papua dan Papua Barat untuk Korban Asmat

 

JAYAPURA, – Kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi yang terjadi di kabupaten Asmat menjadi duka khususnya Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat.

Kepala Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat, Fauzi Muhammad mengatakan, sejak kejadian KLB pada Februasi 2017, Bulog langsung meminta data jumlah warga khususnya para penderita KLB.

“Pemerintah itu punya stok cadangan beras pemerintah (CBP), yang bisa digunakan untuk operasi pasar dan bencana alam,” kata Fauzi di halaman gudang Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat jalan Polimak Santa Rosa, distrik Jayapura Utara, Rabu (24/1/18).

Dalam penyalurannya, kata Fauzi, mekanisme dalam penyaluran beras bulog, Pemerintah Daerah setempat membuat surat kepada bulog yang dilengkapi dengan jumlah KK untuk mengeluarkan beras.

“Jadi kami tidak sekonyong-konyong itu dalam mengeluarankan beras karena itu beras cadangan pemerintah untuk dipertanggungjawabkan,” kata Fauzi.

Namun, sepanjang kasus KLB yang terjadi di Asmat, Fauzi mengaku, belum ada permintaan beras pemerintah untuk membantu masyarakat yang terkena campak dan gizi buruk di Asmat.

“Diminta atau tidak kami tetap memberikan bantuan karena bulog hadir untuk negeri untuk tanggap cepat darurat seperti kasus KLB yang terjadi di Asmat,” kata Fauzi.