Pasific Pos.com
Papua Barat

Tahun Ini, RSUD Manokwari Harus Diakreditasi

ManokwariTP – Jajaran RSUD Manokwari bersama Pemkab Manokwari berkomitmen agar pada tahun ini rumah sakit tersebut diakreditasi. Akreditasi sangat penting agar diakui secara nasional.

Selain itu, RSUD Manokwari harus diakreditasi karena merupakan satu-satunya RSUD di Papua Barat yang belum terakreditasi.

Direktur RSUD Manokwari, Yodi Kairupan menyatakan, RSUD Manokwari harus diakreditasi agar diakui secara nasional dan bisa bersaing dengan rumah sakit lain. Apalagi, kata dia, di Manokwari hanya RSUD Manokwari yang belum terakreditasi, padahal Puskesmas pun sudah terakreditasi.

“Tinggal rumah sakit ini dan batas waktu akreditasi untuk program khusus pada Oktober tahun ini, sedangkan regular sampai akhir tahun 2018 karena ada konsekuensi yang sangat mempengaruhi,” ujarnya.

Yodi menyebutkan, sejak 2015 sudah ada rencana agar RSUD Manokwari diakreditasi. Namun hal itu belum terealisasi hingga saat ini.  “Karena itu, kita perlu buat komitmen bersama untuk saling mendukung, bekerja sama untuk mengakreditasi rumah sakit ini supaya layak dan diakui secara nasional,” ujarnya.

Ade Sitompul dari tim akreditasi RSUD Manokwari membenarkan, di Papua Barat tinggal RSUD Manokwari yang belum terakreditasi. Karena itu, semua harus punya semangat untuk mendukung proses akreditasi RSUD Manokwari untuk mempercepat proses akreditasi tersebut.

Akreditasi, katanya penting karena untuk memenuhi aturan. Selain itu, penting untuk menyelesaikan izin operasional rumah sakit.

“Rumah sakit tidak akan beroperasi kalau tidak terakreditasi. Rumah sakit akan ditetapkan kelasnya setelah diakreditasi. Apalagi sesuai penjelasan direktur RSUD bahwa rumah sakit ini akan dipersiapkan sebagai rumah sakit rujukan di Papua Barat,” sebutnya.

Akreditasi, lanjutnya, membutuhkan anggaran yang banyak, SDM yang berkompeten, alat kesehatan, dan bangunan gedung. Namun demikian, akreditasi tidak terkait dengan bangunan fisik, namun terkait dengan standar pelayanan.

“Salah satunya adalah salam, senyum, dan sapa. Dengan demikian, bila sudah terakreditasi tapi stafnya masih muram, akreditasinya perlu dipertanyakan,” katanya.

RSUD, menurutnya, merupakan milik pemerintah daerah (pemda), sehingga butuh komitmen anggaran juga dari pemda. Oleh sebab itu, diharapkan dengan adanya komitmen dari pemda, direktur, dan seluruh jajaran di RSUD, serta dukungan dari masyarakat, maka akreditasi pasti berhasil.

“Akreditasi ini untuk mempercepat standar pelayanan di rumah sakit,” imbuhnya.

Akreditasi RSUD sangat penting, kata Yodi karena jika tidak segera dilakukan maka, kerja sama dengan BPJS Kesehatan juga akan terputus karena BPJS Kesehatan hanya bekerja sama dengan rumah sakit yang terakreditasi.

Oleh karena itu, proses akreditasi harus dipercepat. “Harus ada komitmen agar tahun ini RSUD Manokwari terakreditasi,” tandasnya.

Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan juga menegaskan, mau tidak mau tahun ini RSUD Manokwari harus terakreditasi. Jika tidak diakreditasi, bisa berbahaya bagi pelayanan rumah sakit karena tidak bisa bekerja sama lagi dengan BPJS Kesehatan.

Akreditasi ini butuh anggaran yang besar dan butuh persetujuan dari DPRD. Namun demikian, menurut dia, hal itu kembali pada komitmen pemerintah daerah. Sebab untuk pelayanan publik, DPRD pasti akan mendukung.

“Sebab ini untuk pelayanan publik dan mau tidak mau harus jalan karena untuk masyarakat banyak,” tukasnya. [CR44-R3]