Pasific Pos.com
Papua Barat

Tahun Ini, Pemkab Siapkan Strategi Penanganan Banjir

Manokwari, TP – Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo berharap seluruh stakeholder untuk memperhatikan status fungsi lahan jika ingin membangun.

Dikatakannya, pembangunan di Manokwari tanpa mengindahkan fungsi lahan, sudah banyak terlihat, sehingga banyak lahan yang dialihfungsikan.

Disebutkan Budoyo, salah satu alih fungsi lahan yang terlihat nyata, yakni gunung pohon Jati di Jl. Drs. Esau Sesa, Manokwari, yang sekarang dipadati bangunan.

“Itu harus diakui, banyak alih fungsi lahan yang tidak sesuai. Seperti di Jalan Baru, walau pun bagaimana, dulu hutan pohon Jati, tapi sekarang semua pemukiman,” kata Budoyo kepada para wartawan di LPP RRI Manokwari, pekan lalu.

Budoyo mengatakan, dampak dari alih fungsi lahan sangat jelas dirasakan, yakni banjir. “Kalau hujan deras dua atau tiga jam, daerah situ sudah banjir,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpikir bersama pemerintah untuk mengurangi resiko bencana banjir.

Dia pun merasa prihatin, masih ada beberapa titik di Manokwari yang kerap menjadi langganan banjir. “Memang kita prihatin dengan terjadinya banjir, dua tiga hari lalu,” katanya.

Budoyo mengaku, penanganan banjir tidak bisa dilakukan dalam tempo singkat atau segera mungkin, karena membutuhkan proses panjang.

“Perbaikan birokrasi sudah kami lakukan dan kami juga harus terbuka terhadap kritik bahwa penanganan sampah dan banjir belum ditangani secara baik oleh pemerintah daerah. Itu secara jujur saya akui,” katanya.

Dia menilai, persoalan banjir yang terjadi di Manokwari, salah satu penyebabnya juga akibat sampah. Dirinya melihat masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan.

“Terutama kalau saluran-saluran terhambat sampah, bisa terjadi banjir di mana-mana dan terjadi genangan air di mana-mana,” tambahnya.

Diakuinya, permasalahan banjir dan sampah harus ditangani. Tahun ini, Budoyo mengatakan, Pemkab Manokwari menyiapkan strategi menangani banjir, tetapi dirinya enggan membeberkan strateginya dengan alasan menunggu Bupati Manokwari, Demas P. Mandacan. “Bisa ditempuh, tapi saya belum berani menyampaikan. Itu kebijakan Bapak Bupati langsung,” ujarnya.

Budoyo mengimbau masyarakat supaya tak membuang sampah sembarangan untuk mengurangi banjir.

Ditanya upaya pemerintah dalam penanganan sampah, Budoyo mengaku sudah membentuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang tupoksinya menangani sampah. “Dulu sampah ditangani Dinas Pekerjaan Umum, tapi sekarang ditangani Dinas Lingkungan Hidup,” tukasnya.

Ia menambahkan, untuk memperkuat DLH dalam menjalankan tupoksinya, pemerintah sudah memberikan anggaran untuk pengadaan 2 truk sampah dan 2 alat berat. “Alat berat ini juga bisa untuk normalisasi kali,” pungkas Budoyo. [SDR-R1]