Pasific Pos.com
Papua Selatan

Tablig Akbar Hadirkan Ustad Ammi Nur Baits

 

MERAUKE,ARAFURA,-Ustad Ammi Nur Baits, ST, BA belum lama ini hadir di Kota Merauke guna memberikan tausiah secara khusus kepada umat muslim pada kegiatan tablig akbar di Masjid Raya Al Aqsa. Ustad kondang tersebut diketahui saat ini aktif sebagai menjadi pembina situs konsultasi syariah.com, pengusaha muslim.com dan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia Pusat. Tidak hanya itu beberapa karyanya juga dituangkan dalam bentuk buku antara lain Fikih Walimah Nikah, Fikih Shalat Dhuha, Fikih Qurban, Doa dan zikir Ramadhan, Untukmu Yang Sedang Sakit, Pengantar Fikih Jual Beli dan Ada Apa Dengan Riba.

Tablig akbar yang dilaksanakan usai Shalat Jumat itu dibagi dalam dua sesi tanya jawab yakni dengan menggunakan kertas sehingga jamaah bisa menulis apa saja yang hendak ditanyakan dan sesi kedua bertanya secara langsung. Dalam tausiahnya Ustad Ammi mengemukakan bahwa patut disyukuri karena Allah masih memberikan kesadaran tentang pentingnya mencari harta yang halal dan bahaya harta haram. Sebab tidak semua hamba Allah memiliki kesadaran semacam ini.

Saat ini kita bisa merasakan ada manusia yang mencari harta namun sudah tidak peduli dan memperhitungkan lagi apakah harta tersebut halal atau haram karena yang terpenting baginya adalah bagaimana cara mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan modal yang sangat kecil. Jadi bagaimana caranya menjadi orang yang kaya, itu saja yang dipikirkan. Terlepas apakah dengan cara yang baik atau buruk. Kita perlu menyadari bahwa setiap umat diberikan oleh Allah SWT suatu ujian dan yang terbesar kerap menyebabkan mereka menyimpang dari aturan agama.

Semua terjadi ketika mereka tidak sabar terhadap potensi fitnah ini. Contohnya ada kaum di masa silam yang dibinasakan oleh Allah SWT karena tidak bisa menjaga kehormatan wanita. Sehingga fitnahnya diletakkan oleh Allah terkait karena masalah wanita. Kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW maka tugas kita untuk menjaga kewaspadaan terkait bagaimana berinteraksi yang benar terhadap harta, lebih besar dibandingkan kondisi umat di masa silam.