Pasific Pos.com
Sosial & Politik

Srikandi Gerindra Beri Bantuan Dana Pembagunan Tugu Pendaratan Pekabaran Injil di Kampung Betaf

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua, Yanni SH saat foto bersama Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sarmi, Marcos Kopong LB, Anggota DPRD Sarmi, Adam Samrau, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Yapen, Etty Dwi Nitasari dan Ketua Panitia Pembangunan Tugu, Pdt. Martinus Jemjeman usai menyerahkan bantuan dana di Kediaman Ibu Yanni, Minggu (15/11), siang.

Jayapura : Kehadiran Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Papua, Yanni SH beserta rombongan ditengah-tengah masyarakat pada acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) yang ke- 107, yang dilaksanakan pada akhir pekan kemarin di Kampung Betaf Dwansyafen, Distrik Pantai Timur Kabupaten Sarmi, disambut hangat oleh seluruh masyarakat setempat.

Apalagi sambutan antusias masyarakat dan para jemaat yang hadir pada saat itu sangat menggugah hati seorang ibu Yanni, sehingga dirinya secara spontan langsung berbaur ditengah-tengah para tamu undangan sambil menari-nari dengan masyarakat setempat.

Sikap spontan inilah yang menarik perhatian masyarakat yang ada disitu. Mereka begitu senang dan bahagia juga bangga tatkala didatangi seorang pejabat yang merupakan Ketua DPD Gerindra Papua dan juga sebagai Anggota DPR Papua. Yanni dianggap memiliki sikap yang tulus serta pemerhati kepada sesama tanpa melihat status dan latar belakang orang tersebut.

Sehingga pada saat dirinya (Yanni) mengetahui bahwa di kampung tersebut akan di bangun sebuah Tugu Pendaratan Pekabaran Injil, namun masih terkendala dengan kekurangan dana yang begitu banyak, maka secara spontan pun Yanni mengatakan bahwa ia bersedia mau membantu kekurangan itu dengan memberikan sumbangan sebesar Rp. 50.000.000., (lima puluh juta rupiah) untuk penyelesaian pembangunan tugu tersebut.

Mendengar ungkapan ibu Yanni itu, sontak para tamu undangan serta seluruh masyarakat yang hadir ketika itu terperangah dan kaget juga terharu, karena tak menyangka, antara percaya dan tidak. Tapi kenyataan, memang ibu Yanni dengan tulus serta ihklas mau memberikan bantuan tersebut. Sehingga masyarakat menilai kehadiran ibu Yanni bukan saja membuat hati masyarakat senang tapi juga dinilai sebagai “Penolong”.

Sebab menurut pengakuan masyarakat setempat, belum pernah ada anggota DPR Papua yang mau bertandang ke Kampung Betaf Dwansyafen, Distrik Pantai Timur Kabupaten Sarmi, apalagi sampai mau memberikan bantuan banyak seperti ini.

Pasalnya, dana yang dikumpulkan selama ini hanya dari hasil swadaya masyarakat, namun tak dipungkiri pula memang ada beberapa hamba-hamba Tuhan yang sudah membantu termasuk Pemkab Sarmi. Tapi dari sekian bantuan itu hanya Ibu Yanni yang mau dan rela memberikan lebih dari itu semua, sehingga bisa menutupi semua kekurangannya.

Meskipun diketahui Yanni bukanlah pejabat dari Sarmi, tapi di Sarmi masih termasuk wilayah daerah pemilihan (Dapil)-nya, sehingga menurutnya tidak salah jika ia ingin membantu masyarakat untuk menyelesaikan pembangunan Tugu tersebut.

Seiring berjalannya waktu, dan bukan sekedar isapan jempol semata, maka sesuai dengan janjinya dihadapan warga jemaat dan masyarakat setempat
pada saat HUT PI di Kampung Betaf Dwansyafen, Distrik Pantai Timur Kabupaten Sarmi, Srikandi Gerindra Papua ini pun menyerahkan bantuan dana itu sebesar Rp. 50.000.000 kepada Panitia pembangunan Gereja, Pdt. Martinus Jemjeman dengan disaksikan oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sarmi yang juga merupakan Politisi Partai Gerindra Kabupaten Sarmi, Marcos Kopong LB dan Anggota DPRD Sarmi, Adam Samrau dan Ketua DPC Kabupaten Yapen, Etty Dwi Nitasri yang berlangsung di kediaman Ibu Yanni, pada Minggu 15 November 2020.

Ketua Panitia Pembangunan Tugu Pekabaran Injil, Pdt.Martinus Jemjeman mengatakan, meskipun sempat tak percaya namun dirinya sebagai panitia pembangunan tugu dan mewakili seluruh warga jemaat Kampung Betaf Sarmi mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya atas bantuan yang sudah diberikan oleh ibu Yanni sebesar lima puluh juta.

“Saya dan warga jemaat mengucapkan terimakasih banyak, karena ibu telah sungguh-sungguh membuktikan bahwa ibu mau membantu kami dalam penyelesaian pembangunan tugu ini. Kami sangat terharu, antara percaya dan tidak. Tapi inilah kenyataannya, ibu telah membuktikan janjinya. Ibu Yanni ini orangnya bukan hanya sekedar bicara tapi sifatnya langsung dibarengi dengan tindakan. Dia sosok pemimpin yang punya hati dan kasih. Kami bangga sama ibu ungkap Pdt. Martinus Jemjeman kepada Pasific Pos di kediaman Yanni, Minggu (15/11), siang.

Pdt. Martinus Jemjeman mengatakan, masyarakat sangat tertarik sekali Ibu Yanni memberikan sumbangan secara spontan dalam pernyataanya pada acara HUT PI di Kampung Betaf. Bahkan, masyarakat dan warga jemaat sangat senang atas pemberian bantuan dari ibu Yanni. Karena keberadaan Tugu Pekabaran injil itu yang menjadi impian masyarakat selama ini.

“Jadi untuk kami masyarakat Betaf, khususnya masyarakat Distrik Pantai Timur Kabupaten Sarmi yang turut mengambil bagian didalam ibadah syukur kami kemarin. Mereka semua pulang ke rumah masing-masing dengan sangat bersuka cita. Jadi perjalanan ibu itu adalah petunjuk Tuhan, Tuhanlah yang telah mengatur ibu untuk jadi perantara sehingga ibu bisa hadir didalam ibadah syukur kami,” kata Pdt. Martinus.

Lanjut dikatakan, denga beban yang selama ini masih menjadi tanggung jawab kami, sehingga sebagai panitia kami pun sempat berfikir kira-kira dari mana akan datang pertolongan untuk memberikan dukungan bagi penyelesaian pembangunan tugu kami ini.

“Tetapi rencana Tuhan lain dari pada pikiran kami, sehingga hari itu terjadi dengan begitu singkat. Ibu pun hadir ditengah-tengah kami dan bisa memberi jawaban bagi kami,”imbuhnya.

“Setelah sore harinya kami bertolak dari kediaman ibu dan kami pun tiba jam 10 malam di Betaf. Lalu pagi harinya saya langsung sampaikan kepada beberapa masyarakat bahwa kami diterima dengan begitu ramah, baik serta penuh suka cita oleh ibu Ketua DPD Gerindra Provinsi Papua. Kemudian pada saat itu juga setelah kami di jamu dengan makan siang yang sederhana namun penuh kenikmatan, sesuai janjinya ibu langsung memberikan bantuan dana lima puluh juta itu kepada kami. Ini sangat luar biasa bagi kami,”sambungnya.

Sehingga pada saat itu, Pdt. Martinus pun berpesan kepada seluruh masyarakat Kampung Betaf, untuk selalu mendoakan ibu Yanni dan selalu mendukung segala niat baiknya.

“Jadi saya sampaikan kepada mereka bahwa harus banyak berdoa untuk ibu. Selain itu, saya juga sudah sampaikan kepada seluruh masyarakat Kampung Betaf terkait dengan pertemuan kami kemarin itu. Ya kita tidak tahu Tuhan punya rencana, tetapi kalau memang benar masyarakat Kabupaten Sarmi sangat menginginkan ibu dan ibu juga punya hati ada di daerah kami, kami tetap akan mendukung dan selalu siap membantu ibu denga suka cita,” tuturnya.

Ketika disinggung apakah sebelumnya Kampung Betaf ini pernah dikunjungi oleh Anggota DPR Papua, khususnya dari daerah pemilihan ini?. Dengan polosnya Pdt. Martinus Jemjeman ini pun mengungkapkan bahwa belum pernah sama sekali ada anggota DPR Papua yang datang mengunjungi masyarakat di kampung tersebut.

“Sampai hari ini belum ada anggota DPRP yang datang kemari. Ini
hanya satu orang saja yang mau datang melihat kesusahan kami disini. Hanya ibu Yanni lah mau datang melihat kami. Apalagi acara-acara seperti yang kami buat kemarin itu belum pernah ada anggota DPR Papua yang datang. Padahal sebagai seorang wakil rakyat seharusnya bisa berada ditengah-tengah rakyatnya. Karena suara kami juga mewakili mereka yang duduk di lembaga terhormat itu,” bebernya.

Pdt. Martinus menyatakan, setelah kehadiran Ibu Yanni di acara perayaan HUT PI itu dan ditengah-tengah warga masyarakat, kami sebagai ketua panitia penyelenggara acara tesebut serta warga jemaat sangat bersuka cita atas kehadiran serta rombongan.

” Apalagi saat diajak untuk menari dengan masyarakat, ibu langsung mau berbaur untuk ikut menari. Ibu tidak menolak ataupun risih sama sekali. Bahkan ibu menikmati itu semua dengan penuh kebahagiaan. Dia sosok pemimpin yang mau berada ditengah-tengah masyarakat dan mendengar keluhan masyarakat,” ucapnya.

Hanya saja tambahnya, masyarakat sangat menyesalkan karena kehadiran Ibu Yanni begitu singkat dan begitu cepat ibu pamit karena beliau dan rombongan harus kembali melanjutkan perjalanannya ke Jayapura.

“Jujur pada hari itu kami panitia serta masyarakat yang ada di Kampung Betaf, Distrik Pantai Timur belum puas dan tidak ingin Ibu pulang cepat. Sebab kami masih menginginkan ibu ada ditengah-tengah kami. Tapi kami juga tidak bisa tahan ibu, karena ibu dan rombongan harus kembali ke Jayapura untuk menjalankan tugas-tugas berikutnya,” tutup Pdt. Martinus Jemjeman.

Sekedar diketahui, pembangunan Tugu Pendaratan Injil di Kampung Betaf Dwansyafen, Distrik Pantai Timur Kabupaten Sarmi ini disponsori oleh tiga gereja. Yakni, Gereja Kristen Injili Indonesia (GKI) di Tanah Papua, Gereja Bethel Gereja Pantekosta (GBGP) di Tanah Papua dan Gereja Kemah Injil (Kingmi) Papua.

Artikel Terkait

Lewat Hearing Dialog, Yanni Serap Banyak Aspirasi dari Masyarakat Kampung Sabron Sari

Tiara

Kunker Ketua DPD Gerindra Papua, Serap Aspirasi di Dua Pulau Yang Terluar

Tiara

Gerindra Berikan Mandat Kepada Naomi – Piet (NAPI) Maju Pilkada Supiori

Tiara

Tim Lapago FC Mimika Mengaku Bahagia Bertemu Mama Yanni

Tiara

Ketua DPD Gerindra Papua Berikan Penghargaan Kepada Ketua DPC Gerindra Supiori, Onesimus Rumbekwan

Tiara

Jelang Pilkada, Ketua DPD Gerindra Papua Sudah Lakukan Road Show di Enam Kabupaten

Tiara

Gerindra Tutup Pintu, Usung Elminus Mom – Norman Karupokaru Maju di Pilkada Mimika

Tiara

Yanni : Potensi Perempuan Yang Ada di Provinsi Papua Sangat Luar Biaaa

Tiara

Jelang HUT PIRA ke-12, DPD Gerindra Papua Laksanakan Temu Nasional Secara Virtual

Tiara