Pasific Pos.com
Sosial & Politik

SP3 Ajak Simpatisan JOSHUA dan LUKMEN untuk Bersatu

JAYAPURA, – Solidaritas Peduli Pilgub Papua (SP3) akan menggelar aksi demo yang memprotes kinerja Pansus Pilgub yang terkesan menghambat proses tahapan Pilkada. SP3 pun mengajak kubu JOSUA dan LukMen untuk bergandeng tangan dan bersama-sama ikut dalam aksi tersebut, yang akan berlangsung, Kamis (8/2/18).

Chogoyanak Isak Giay, SH, selaku koordinator umum SP3 mengatakan, aksi yang akan digelar adalah untuk menghargai bahwa Indonesia merupakan negara hukum, sehingga aksi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti proses tahapan Pilkada yang terhambat.

“Karena ini sudah terjadwal secara nasional. Kami minta juga kepada KPU RI jangan seakan-akan melempar batu dan pakai cara itu saja karena keputusan MK itu mengikat dan tidak boleh ada embel-embel lain lagi. Jadi kami minta untuk relawan dari LukMen dan Josua untuk sama-sama turut dalam aksi ini untuk duduk dan bicara, sehingga proses tahapan itu bisa berjalan dengan baik dan benar sesuai dengan perundang-undangan,” ujarnya, Rabu (7/2/18).

Ia juga mengatakan, bahwa pihaknya akan mengundang secara resmi kedua kubu dan sangat membuka ruang untuk bersama-sama dan berbicara tentang bagaimana aturan yang sesuai dengan mekanisme yang ada.

“Agar jangan ada konflik antara pendukung dan semua bisa berjalan sesuai dengan mekanisme, yang peduli terhadap demokrasi dan undang-undang saya persilahkan untuk sama-sama hadir,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Fransiskus Magai, Spi, selaku Sekretaris SP3 juga mengungkapkan bahwa aksi dan organisasi ini dibentuk bukan karena kepentingan kandidat manapun, tetapi menyangkut kepentingan demokrasi.

“Kesempatan besok ini kami mengajak supaya relawan LE atau timsus nya bisa merapat bersama dan menyampaikan aspirasi kita tanpa ada yang menghambat prosesnya. Kita mengajak semua elemen siapapun dia, jadi kita mengajak semua untuk berpartisipasi. Supaya bersama meninggalkan tendensi negatif dan pikiran pragmatis, dimana aksi besok adalah merupakan aksi solidaritas untuk mengawal proses demokrasi yang aman dan damai,” pungkasnya.