Pasific Pos.com
Papua Barat

Soal Penetapan Tersangka Kayu Ilegal Bintuni, Ditreskrimsus: Belum Kita Rencanakan

Manokwari, TP – Ditreskrimsus Polda Papua Barat hingga kini belum merencanakan gelar perkara penetepan tersangka kasus penebangan kayu tanpa ijin di kilometer 14, Kampung Wesiri, Kabupaten Teluk Bintuni, sejak bulan September 2017 hingga Februari 2018 lalu, oleh Nurhasana Karya Abadi milik HA.

Hal ini diungkapkan, Dirreskrimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol. Budi Santosa, usai mengikuti upacara raport kenaikan pangkat, di Mapolda Papua Barat, Senin (2/7) pagi.

“Nanti kita gelar perkara, Cuma itu belum kita rencanakan,” ucap Dirreskrimsus sambil berjalan meninggalkan wartawan saat dikonfirmasi terkait pengembangan kasus penebangan kayu tanpa ijin di kilometer 14, Kampung Wesiri, Kabupaten Teluk Bintuni. Kemarin.

Ditanya apakah tersangka dalam kasus ini dimungkinkan lebih dari satu, Dirreskrimsus mengatakan, akan ditentukan dalam gelar perkara nanti.

Dalam pemberitaan Tabura Pos sebelumnya, kasus ini terbongkar berdasarkan adanya laporan masyarakat setempat yang menyebutkan jika ada kayu tidak jelas di kilometer 9, Kampung Wesiri, sebagai lokasi industri primer PT. Karisma Candra Kencana.

Setelah melakukan pengecekan ke kilometer 9, Penyidik tipiter Ditreskrimsus Polda Papua Barat mendapati kayu log, tetapi juga terdapat kayu tebangan baru atau frestkat yang didatangkan dari kilometer 14 oleh PT. Nurhasana Karya Abadi milik HA, yang saat itu sedang melakukan pekerjaan jalan.

Setelah melakukan pengembangan, penyidik pun menemukan sejumlah hasil penebangan kayu secara illegal, diantaranya 92 palet kayu olahan panjang campuran, 132 palet kayu olahan panjang 14 meter, 17 batang kayu log panjang 4 meter, 3 batang kayu log panjang 3 meter dan 3 batang kayu log panjang 2 meter.

Selain itu, terdapat juga barang bukti (BB) berupa 5 unit Dump Truck, 1 unit Truck dan 1 unit mesin senso yang telah diamankan ke Mapolda Papua Barat, serta 2 unit eksavator merek caterpillar jenis 320d, yang masih di police line di TKP. [BOM]