Pasific Pos.com
Papua Barat

Soal Brimob Kawal Kepala Dinkes Mansel

Awom : Kami Tidak Takut Ancaman Iwan Butarbutar

Manokwari, TP – Pernyataan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), dr. Iwan P. Butarbutar akan mempolisikan pemilik akun Facebook, Sahat Saragih Sitio, ditanggapi Direktur Jaringan Advokasi dan Kebijakan Anggaran (Jangkar) Provinsi Papua Barat, Metuzalak Awom, SH.

“Kami baru saja dihubungi Bapak Sahat Saragih Sitio bahwa dia akan memberikan surat kuasa kepada kami untuk menjadi penasehat hukumnya. Kami siap dan akan membentuk tim advokasi meladeni Kepala Dinkes Mansel melalui jalur hukum,” tegas Awom kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, Selasa (20/2).

Dikatakannya, Kepala Dinkes Kabupaten Mansel perlu mengetahui, jangan mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai kapasitas dan fungsinya selaku Kepala Dinkes.

Menurut Awom, Kepala Dinkes Kabupaten Mansel tidak sadar bahwa dia menyatakan sesuatu yang kontradiktif sesuai posisinya, bahkan menyebut-nyebut harta kekayaan. “Beliau harus tahu posisi saat ini yang dia duduki adalah posisi yang vital dalam hal pelayanan kemasyarakatan,” katanya.

Diungkapkan Awom, yang bersangkutan menyatakan memakai anggaran pribadi untuk membayar oknum aparat yang mengawalnya, sehingga pihaknya akan menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 65 Tahun 1999 terkait mekanisme Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

“Saya tegaskan dan ingatkan, kami tidak takut terhadap ancaman tersebut. Jika dalam beberapa hari ini Kepala Dinkes tidak mempolisikan Bapak Sahat Saragih Sitio, kami akan melaporkan balik yang bersangkutan,” tandas Awom.

Disinggung tentang posisi vital pelayanan kesehatan atas pengawalan oknum aparat terhadap Kepala Dinkes Kabupaten Mansel, Awom mengatakan, di satu sisi, jika ada masyarakat yang datang meminta surat rujukan berobat atau mungkin pegawai yang ingin menanyakan haknya, pasti secara psikologi terganggu.

“Oke silahkan saja mau menggunakan oknum aparat untuk pengamanannya, tetapi ingat, tidak ada situasi darurat yang terjadi di Mansel dan ini akan menjadi pertanyaan publik,” katanya.

Berdasarkan catatan Tabura Pos, Kepala Dinkes Kabupaten Mansel mengaku berniat mempolisikan pemilik akun Facebook, Sahat Saragih Sitio.

Sebab, Butarbutar merasa tidak nyaman dengan status yang ditulis dalam laman Facebook yang menyebutkan salah satu Kepala Dinas Kesehatan di Kabupaten Manokwari Selatan bekerja dikawal anggota Brimob.

Selain itu, akun Facebook ini juga mempertanyakan sumber anggaran yang dipakai membayar honor Brimob tersebut.

“Saya gaji dia dari uang pribadi saya. Jika tidak ada yang puas, silakan datang cek di bendahara saja. Saya tidak pernah anggarkan dalam keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Selatan,” tegas Butarbutar di kantornya, belum lama ini.

Ia membeberkan, sebelum menjadi Kepala Dinkes Kabupaten Mansel, dirinya sudah memiliki banyak uang, memiliki klinik, dan usaha Kelapa Sawit.

“Emangnya setelah jadi kepala dinas baru saya punya uang? Sebelumnya saya sudah punya klinik, saya punya Sawit,” ungkapnya.

Ia berdalih, alasannya terpaksa menggunakan jasa anggota Brimob untuk menjaganya kerja, karena ada persoalan menyangkut keselamatannya.

Butarbutar mengaku sangat dirugikan dengan apa yang ditulis pada akun Facebook tersebut, sehingga dirinya akan melaporkan yang bersangkutan ke pihak berwajib.

“Saya merasa selama ini tidak mempunyai masalah pribadi dengan yang bersangkutan, sehingga saya merasa sangat dirugikan dengan informasi yang beredar tersebut,” pungkas mantan Kabid Yankes, Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari ini.

Status Facebook yang dibuat Sahat Saragih Sitio tertulis ‘Di Kabupaten Manokwari Selatan ada Kepala Dinas yg dikawal oleh Brimob dlm melakasankan tugas. Darimana sumber dana utk membayarnya? Mudah-mudahan bukan dari uang Otsus??? (Apalagi dana Otsus yg berhubungan dgn pelayanan kesehatan)’. [FSM-R1]