Pasific Pos.com
Papua Barat

SMP Negeri 6 Wosi Terus Berbenah

Manokwari, TP – SMP Negeri 6 Wosi Manokwari terus berbenah. Hal ini diakui Kepala Sekolah SMP N 6 Wosi, Mizbah Surbakti bahwa sekolah yang baru dipimpinnya ini masih banyak yang harus dibenahi.

Untuk memudahkan langkahnya dalam melakukan pembenahan, Surbakti mengatakan diperlukan kerja sama antar guru dan orang tua murid serta peran pemerintah daerah setempat.

“Maka dari itu, sekolah ini masih belum mencapai standart nasional. Misalnya, jumlah murid di SMP Negeri 6 ini ada sebanyak 700 lebih siswa, tapi ruangan kelasnya sedikit, sehingga satu kelas itu bisa diisi hingga 40 sampai 42 orang siswa. Padahal, seharusnya satu kelas hanya bisa diisi 32 orang murid saja,” jelas Mizbah kepada Tabura Pos kemarin.

Menurutnya, jika dalam satu kelas diisi oleh 40 anak lebih, maka sudah bisa dipastikan kualitas kegiatan belajar mengajarnya akan tidak baik karena pada saat guru mengajar, akan banyak siswa yang bermain atau bercerita dengan temannya.

Akibat lain, guru yang tengah mengajar juga tidak bisa berkonsentrasi karena ributnya siswa lainnya. “Bila satu kelas hanya diisi murid 32 orang saja selain guru bisa mengajar dengan fokus, guru juga bisa melakukan pendampingan secara pribadi kepada murid demi kebaikan murid sendiri,” ujar Mizbah.

Disinggung soal persiapan yang sudah dilakukan untuk melaksanakan Ujian Akhir Nasional (UAN), dirinya menjelaskan SMP Negeri 6 Wosi untuk saat ini belum bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dikarenakan, banyak fasilitas sekolah yang belum memadai.

“Contohnya, murid yang akan ikut UAN sebanyak 208 orang. Kelas kurang, peralatan computer juga belum memadai. Jadi untuk tahun ini kita hanya bisa melakukan Ujian Nasional Berbasis Kertas saja dulu, semoga tahun kedepan bisa mencapai standart Nasional,” tukasnya.

Dirinya menyampaikan, untuk memperbaiki keadaan di SMPN 6 Wosi ini, dirinya sudah merencanakan akan membentuk “komite” untuk sekolah, yang terdiri dari orang tua murid, masyarakat sekitar, dan juga para alumni dari SMPN 6 Wosi yang bisa diajak bekerja sama demi kebaikan sekolah ini.

Dirinya berharap, pemerintah daerah bisa memperhatikan keadaan ini, dan bersedia membangunkan sekolah yang baru untuk menampung murid di tahun depan lagi.

“Bukan menambah kelas baru di SMPN 6 Wosi. Jika hanya menambah ruangan yang baru, maka jumlah guru berarti harus ditambah lagi, fasilitas harus ditambah lagi, sementara semuanya memerlukan biaya,” tukasnya.

Sekolah, kata dia memerlukan gedung yang baru agar dapat menampung murid baru yang mau melanjutkan ke tingkat SMP. “Jika di tahun mendatang kondisi SMP N 6 Wosi masih seperti ini lagi, kasihan muridnya, mereka tidak bisa menerima kualitas pendidikan dengan baik dan benar,” tukasnya.

Dirinya berharap, setelah dirinya diberikan amanat untuk memimpin SMP N 6 Wosi dapat membawa dampak positif. Apa yang kurang dapat dibenahi bersama.

“Tidak ada sekolah yang sempurna, semua nya masih punya kekurangan, untuk itu lah maka kehadiran saya disekolah SMPN 6 ini semoga bisa memperbaiki apa yang belum baik, begitu juga kehadiran kepala sekolah lain di SMPN 19 Pasir Putih, tempat saya memimpin sebelumnya, semoga juga bisa memperbaiki apa yang kurang disitu juga. Karena setiap orang itu juga mempunyai kelebihan tersendiri dalam memimpin, jadi bisa saling mengisi untuk mencapai yang terbaik bagi sekolah yang sedang dipimpinnya,” tutupnya. [CR37-R3]