Pasific Pos.com
Papua Barat

SMP N 2 Manokwari Gelar MPLS Bagi Murid Baru

Manokwari, TP – SMP Negeri 2 Manokwari menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi seluruh murid baru, Kamis (12/7). 

Ketua panitia MPLS SMA N 2 Manokwari, Margriet M. Pondajar, M.Pd, mengatakan dalam MPLS, pihaknya melibatkan sejumlah instansi sebagai narasumber.

Ia menjelaskan, MPLS tahun 2018, diikuti sebanyak 413 siswa/I baru yang merupakan peserta didik terpilih sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) dan wilayah domisili (zonasi) yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari.

“Dari acuan sistem zonasi yang dipakai, dimana diterima 5 persen siswa berprestasi, tidak boleh menerima lebih dari 11 kelas. Masing – masing kelas harus terisi maksimal 32 siswa/i tidak boleh lebih karena efeknya akan berpengaruh pada data pokok pendidik,” katanya saat ditemui Tabura Pos di sekolah, Kamis (12/7).

Ia mengutarakan, data pokok pendidikan (Dapodik) saat ini menggunakan sistem online secara nasional.

“Sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional, yang adalah bagian dari Program Perencanaan Pendidikan Nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, bagi siswa/1 baru, untuk sementara seragam belum ada, sehingga siswa/i masih menggunakan seragam merah putih untuk kegiatan PMLS ini.

“Kami kewalahan karena orangtua memaksakan kehendak agar anaknya bisa diterima di sekolah ini, sementara kuota terbatas. Selama ini sekolah kami juga memultifungsikan ruangan seperti Keterampilan, Laboratorium, dan Multimedia yang dipergunakan sebagai ruang kelas untuk menampung siswa yang seharusnya 30 kelas menjadi 33 kelas,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, daya tarik masyarakat terhadap SMP N 2 Manokwari adalah hal yang wajar, karena SMP N 2 Manokwari memiliki guru-guru yang berkompeten dan sekolah sudah bersaing secara Nasional maupun Internasional.

Ia membeberkan, SMP N 2 Manokwari pernah menjadi Duta Sanitasi dan siswa/i pernah ikut dalam Olimpiade Sains, Lomba Pidato, Lomba debat Bahasa Inggris, Kegiatan Praja Muda Karana (Pramuka) yang sukses mengirimkan peserta didik ke Inggris di Eropa, juga ajang adu bakat yakni penjaringan artis, foto model dan fashion show.

Di SMP N 2 Manokwari kata dia, terdapat beberapa kegiatan pengembangan diri atau ekstrakurikuler diantaranya, English Club Conversation, Jurnalistik, Sanggar, Pramuka yang bekerjasama dengan ibu Sujanti Kamat mentor dan senior Pramuka.

“ Beliau yang mengantar siswa/i ke luar daerah untuk mengikuti Jambore Nasional, Taekwondo juga program rutin Palang Merah Remaja di pulau & pantai Mansinam & Pasir Putih. Kami juga bekerjasama dengan beberapa pihak terkait dari luar salah satunya Universitas Papua untuk memaksimalkan pengembangan potensi siswa,” ungkapnya.

Dirinya berharap, semoga pihak terkait bisa memberi pemahaman melaui sosialisasi kepada orangtua siswa/i agar tidak memaksakan kehendak untuk masuk ke SMP N 2 Manokwari karena akan berpengaruh kepada yang lainnya, seperti ruang kelas, Dapodik, dan lainnya.

“Karena sekolah berjalan sesuai dengan Juknis yang ada, sebab data Dapodik yang berjalan secara online itu memiliki batasan pendataan siswa/i,” pungkasnya. [CR48-R4]