Pasific Pos.com
Headline

Situasi Keerom Sudah Kondusif

Jayapura,- Situasi Kota Arso ibukota Kabupaten Keerom paska aksi pembunuhan yang berbuntut pada pembakaran belasan rumah dan bentrok antar warga, sudah kondusif.
Wakil Bupati Kabupaten Keerom Muh. Markum, Kepada wartawan Kamis (11/9) di Kantor Gubernur Dok II Jayapura, mengatakan kondusifnya situasi di Arso ini juga dibarengi dengan mulai melakukan proses belajar mengajar anak – anak di Arso dan juga aktiifitas perkantoran sudah dilaksanakan.
“Memang pada hari Senin dan Selasa baru 40 persen sekolah yang sudah melaksanakan proses belajar mengajar khusus di Arso I – Sandaria,” katanya.
Dijelaskannya pelayanan pemerintahan sudah mulai normal sejak kemarin. Tetapi masih tetap dalam kondisi pengawasan aparat keamanan. Diakuinya dalam proses mediasi, secara naluri masih ada yang belum menerima, terutama dari pihak korban, yang menghendaki hukuman mati. Tetapi nantinya sesuai proses hukum, pastinya akan dilihat disitu, sesuai dengan perundang – undangan yang berlaku,”tuturnya.
Sementara itu dari pihak korban yang rumahnya dibakar, sampai sekarang belum ada titik temu. Karena dilihat dari persoalan awalnya, bahwa kepemilikan tanah itu adalah kepunyaan transmigrasi. “Nanti kita lihat kemungkinan sudah beralih hak 21 korban itu nanti kita lihat,”akunya.
Diakuinya untuk sementara memang belum ada rekonsialiasi untuk bertemu diantara kedua belah pihak. “Saya juga melihat psikologi dari kedua pihak masih emosional. Pendekatan secara persuasive dari pihak pengamanan TNI/Polri masih kita lakukan,”imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Wabup Markum membantah adanya isu SARA yang beredar. Menurutnya sejak awal dirinya terjun secara langsung pada saat bentrok. Dirinya meminta agar permasalahan ini jangan dibesar – besarkan. Sebab ada kekhawatiran jangan sampai nanti, timbul kearah isu SARA. “Tetapi semua elemen, khususnya pihak korban, masyarakat sendiri dan juga TNI/Polri jangan sampai permasalahan itu, meluas dan nanti timbul SARA. Makanya kita cegah disitu,”katanya.
Sementara itu untuk pengungsian dari para korban kebakaran sendiri, telah dibuatkan tenda – tenda darurat untuk menampung mereka. Menurut Markum jumlah pengungsi sendiri tidak sampai ratusan jiwa dari 21 keluarga. Pemkab Keerom sendiri telah memindahkan para pengungsi ini disamping gedung BLK dan semua fasilitas juga sudah diberikan dari mulai makanan hingga kesehatan juga telah dilakukan untuk mengecek kondisi kesehatan para korban.
“Saat ini saya akan melihat kondisi dan keadaan status kepemilikan tanah itu. Sebab ada pihak yang mengklaim tanah itu adalah miliknya. Nantinya akan kita lihat, kalau memang mereka masih punya hak disitu maka bisa dilakukan. Akan tetapi kalau tidak nanti akan ada relokasi sementara sesuai saran Kapolda dan Wakapolda. Tetapi pihak korban dari warga Arso I meminta agar mereka dipulangkan,”terangnya.