Pasific Pos.com
Papua Tengah

Signifikan Pertumbuhan Ekonomi di Papua

NABIRE – Bertempat di Hotel Mahavira II Nabire, Selasa (3/7), dilaksanakan kegiatan diseminasi kajian ekonomi dan keuangan regional Papua bulan Mei 2018 dalam rangka pertumbuhan ekonomi provinsi Papua tumbuh signifikan pada triwulan 1 2018.

Hal ini diungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Joko Supratiko dalam memberikan pemaparannya menyampaikan kinerja perekonomian provinsi Papua pada triwulan 1 2018 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan triwulan IV 2017.

Dikatakan Joko, tercatat pertumbuhan ekonomi provinsi Papua pada pada triwulan 1 2018 tumbuh sebesar 28,93% lebih tinggi triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,78% pertumbuhan ini berada diatas pertumbuhan nasional sebesar 5,06% dan menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan hasil kajian tersebut dan memperhatikan berbagai isu terkini di tingkat regional maupun nasional,beberapa rekomendasi yang dapat menjadi salah satu referensi dalam pengambilan kebijakan pembangunan ekonomi papua yaitu, pertama Mengembangkan sumber-sumber ekonomi yang mempunyai dampak besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat seperti pertanian, perikanan dan komoditas industri yang ramah lingkungan.

Kedua Meningkatkan daya saing potensi ekonomi daerah-daerah melalui pelatihan kewirausahaan.Ketiga Melakukan divesifikasi produk berbagai komoditas untuk meningkatkan nilai jual. Keempat melakukan pengembangan sumber sumber ekonomi baru yang lebih berkelanjutan dan dapat menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif.

Kelima menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif dengan pengembangan yang baik dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia papua dengan peningkatan kualitas pendidikan di papua dan pelatihan berbasis keahlian agar tercipta sumber daya yang terampil dan siap kerja.

“Sedangkan upaya mengedalikan inflasi ke depan,beberapa hal yang perlu di tempuh oleh TPID diantaranya adalah meningkatkan koordinasi antar instansi dan antar wilayah dalam pengedalian inflasi.Penambahan kapasitas dan kualitas pergudangan serta untuk mengantisipasi perubahan cuaca dan menjaga pasokan terutama komoditas pertanian dan perikanan,” pungkasnya. (modes)