Pasific Pos.com
Papua Barat

Seruan Bupati untuk Hindari Pungli Disambut Baik Aparat Kampung

Manokwari, TP – Kepala kampung/kepala desa di Kabupaten Manokwari menyambut baik seruan Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan agar tidak boleh ada pungutan liar (pungli) dalam pengurusan administrasi di kampung dan distrik. Seruan itu dinilai baik untuk mencegah pungli dalam setiap pengurusan administrasi di kampung dan distrik.

Kepada Tabura Pos, usai pembukaan Pelatihan Peingkatan Kualitas dan Kinerja Aparatur Kampung dan Nonapratur di Swissbell Hotel, Manokwari, Selasa (3/7),

Sekretaris Kampung Saoribo, Yulius Wanma mengatakan, sampai sekarang di Kampung Saoribo tidak ada pungutan sama sekali. Pengurusan administrasi, seperti kartu keluarga (KK), akta kelahiran dan KTP, tidak dipungut biaya apa pun. Justru, dalam pengurusan KTP masyarakat dipermudah.

“Jadi tidak ada pungutan sama sekali. Justru kita mempermudah, apalagi KTP, ini awalnya masyarakat bilang lama mengantre. Oleh karena itu, saya menyuruh bagian pemerintahan agar masyarakat kumpul melalui badan musyawarah kampung (Bamuskam) lalu Bamuskan serahkan ke seksi pemerintahan untuk dibawa ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Jadi masyarakat stay di kampung saja. Yang kita lakukan di Kampung Saoribo seperti itu,” jelasnya.

Sebelumnya, kata dia, pihaknya telah menyampaikan kepada masyarakat melalui Bamuskam bahwa segala pengurusan di kampung tidak ada pungutan. Denga demikian, masyarakat sudah tidak tahu, sehingga bla ada pungutan bisa langsung ketahuan.

“Akan tetapi, kadang ada masyarakat yang saat musyawarah di kampung tidak ada, kadang mereka tidak mengerti bahwa kalau kita adakan rapat untuk hal-hal seperti itu untuk masyarakat. Namun kadang mereka tidak mau hadir, itu yang ketika pengurusan mereka tidak tahu terus muncul bahasa-bahasa negatif yang kurang baik,”  ujarnya.

Hal itu, menurut dia, dikembalikan ke Bamuskam karena mereka yang punya masyarakat. Namun untuk Kampung Saoribo, tidak ada pungutan karena setiap ada informasi dari kabupaten diadakan musyawarah untuk menyampaikannya. 

Kepala Kampung Udopi, Aton Indau melalui Bendahara Kampung Udopi, Andi Sari Manggabarani, mengatakan, pihaknya senang dengan imbauan bupati untuk tidak melakukan pungutan liar. Soalnya, kata dia. selama ini setiap ada pengurusan apa pun selalu harus membayar.

“Tetapi sudah ada tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dan kita senang supaya kita masyarakat juga tahu bahwa pungli itu tidak baik,” ujarnya.

Menurut dia, pengawasan terhadap adanya dugaan pungli ke depan perlu diperketat supaya tidak hanya di kampung, saja yang diperketat, tetapi juga di tingka distrik dan kabupaten.

“Jadi saya harap ke depan pemerintah kabupaten memperhatikan itu jangan di kampung saja, di tingkat distrik dan kabupaten juga kalau bisa pungli ditiadakan sudah. Sebab untuk urusan apa pun kita bayar. Sebenarnya saya bendahara kampung dan juga ketua RT, kadang saya dengar masyarakat ngomel kalau membayar, urus sedikit pun harus pakai uang, kita kan tidak tahu,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, pungli jangan hanya dilarang tetapi siapa yang terlibat pungli ditindak tegas. Dengan demikian ada efek jera bagi pihak lain.

“Kalau bisa ya, jangan melarang pungli saja tetapi ditegaskan. Kalau perlu siapa yang terlibat pungli langsung diamankan,” tegasnya.

Dia menambahkan, di Kampung Udopi tidak ada punutan apa pun dalam pengurusan administrasi. Semua pengurusan administrasi digratiskan.

“Kami tidak terima apa pun. Untuk urus surat apa pun kami tidak terima, gratis karena saya dan kepala kampung dan aparat lain ikut kegiaan di Polres Manokwari jadi tidak ada sedikit pun yang namanya pungli. Untuk urus apa pun gratis,” tandasnya.

Saat memimpin apel gabungan di kantor bupati, Bupati manokwari, Demas Paulus Mandacan meminta aparat kelurahan, kampung, dan distrik bekerja dengan baik melayani masyarakat. Untuk lurah, kata dia, masih ada laporan terkait pungutan.

“Tolong, awasi staf baik-baik. Kadang-kadang lurah tidak (melakukan pungutan) tetapi staf, staf yang menangani administrasi. Ini harus diperhatikan baik-baik, pokoknya distrik, kelurahan, ini tidak ada yang pungut-memungut di situ, semua dilayani dengan gratis,” tegasnya.

 

Dia mengharapkan agar aparat di tingkat kelurahan atau kampung dan distrik tidak tertangkap Saber Pungli. Sebab jika tertangkap, maka tidak ada ampun.

“Jadi saya berharap jangan sampai kalian ditangkap oleh Saber Pungli. Itu sudah tidak ada ampun, ada beberapa yang sudah saya tahu ya, tetapi kita akan sosialisasi lagi tapi kalau kedapatan ya, pungut-pungut lagi itu risiko ditanggung sendiri. Mari bekerja dengan baik melayani masyarakat,” tukasnya. (CR44)