Pasific Pos.com
Kriminal

Senggolan saat Asyik Joget, Dua Remaja Dibacok OTK

Jayapura,– Diduga dipengaruhi minuman keras dan bersenggolan saat menghadiri acara, dua remaja dibacok Orang tidak dikenal di Gang depan Toko Meranti, Boven Digoel, Sabtu (10/3) dini hari.

Akibat kejadian itu Rufinus Olap dan Hubertus Mitrop harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat lantaran mengalami luka bacokan benda tajam cukup serius di Punggung dan kaki.

Kabid Humas Polda Papua, kombes Pol AM.Kamal mengungkapkan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Orang tidak di kenal terhadap dua korban kini sudah ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Mandobo.

“Kasus penganiayaan itu sudah ditangani, dimana penyidik sudah memintai beberapa keterangan saksi yang berada di tempat kejadian perkara, sementara untuk pelaku sampai saat ini masih dalam lidik,” Hal tersebut diungkapkannya melalui rilis yang diterima Sabtu (10/3/18) sore.

Kata Kamal, kronologi kejadian itu terjadi ketika kedua korban atas nama Rufinus Olap dan Hubertus Mitrop sedang berjoget di acara ulang tahun rekannya sekitar pukul 02.00 WIY, saat acara sedang berlangsung tanpa sengaja korban dan pelaku bersenggolan, merasa tidak terima disenggol pelaku langsung melakukan pemukulan terhadap kedua korban dan selanjutnya pelaku mencabut sebilah parang yang sudah dibawahnya kemudian melakukan pembacokan terhadap korban.

“Atas kejadian itu Hubertus Mitrop (22) mengalami dua luka bacok di bagian punggung belakang sementara Rufinus Olap (15) mengalami luka potong pada kaki sebelah kanan. Dan kedua korban sudah menjalani operasi di rumah sakit Umum Boven Digoel,” Tuturnya.

Lanjut Kamal belum diketahui motif dari pembacokan terhadap dua remaja tersebut, namun kuat dugaan penganiayaan dilakukan lantaran pelaku di pengaruhi minuman keras.

“Belum tahu motif dalam kasus itu sampai saat ini penyidik masih dalami, namun tidak menutup kemungkinan pelaku dalam keadaan mabok. Tidak mungkin kalau orang normal hanya di songgol langsung melakuakn penganiayaa sehingga dugaan pelaku mabok,” Unjarnya.

Ayah empat orang anak ini pun menambahkan tindakan kepolisian yang dilakukan yakni mendatangi TKP, mengecek korban ke Rumah Sakit, membuat laporan polisi, membuat permintaan visum, melakukan pengejaran terhadap pelaku, melakukan penyelidikan dan penyidikan.