Pasific Pos.com
Papua Barat

Semua Komponen Bertanggung Jawab Menjaga Kamtibmas

Manokwari, TP – Semua komponen di Papua Barat, mulai dari aparat keamanan (TNI dan Polri), pemerintah, hingga masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta ketenangan di masyarakat. Hal itu dimaksudkan agar tercipta suasana yang kondusif, sehingga umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan baik hingga merayakan Idul Fitri.

Hal itu disampaikan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan kepada wartawan di Mapolda Papua Barat, Jumat (8/6).

“Semua memiliki tanggung jawab yang sama, yakni Polda Papua Barat, Kodam XVIII Kasuari, juga Pemprov Papua Barat dan seluruh komponen masyarakat dan umat beragama untuk menjaga keamanan dan kedamaian agar menciptakan keamanan yang kondusif, sehingga umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan baik dan pada akhirnya merayakan Lebaran,” ujar Mandacan.

Pada hari raya keagamaan umat Kristen pun, kata dia, semua komponen juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kedamaian dan ketenangan.

“Intinya itu, kita saling menghargai dan menghormati dalam kebersamaan, persatuan dan kesatuan kita jaga antara semua suku, agama, ras, adat, dan budayanya, mari kita jaga sama-sama. Dengan demikian, dapat tercipta keamanan di Papua Barat yang aman dan kondusif, sehingga umat Islam melaksanakan ibadah puasa dengan baik dan pada akhirnya merayakan Idul Fitri dalam kedamaian, kebahagiaan, dan sukacita,” tutupnya.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Rudolf A. Rodja mengungkapkan, aparat kepolisian saat ini mengikuti beberapa oknum, yang dalam unggahannya di media sosial (medsos) diduga terpapar paham radikalisme. Diharapkan pada bulan puasa dan Idul Fitri, Provinsi Papua Barat tetap aman.

Dia juga meminta para Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala kampung agar peka terhadap setiap situasi di wilayah masing-masing. Pendatang baru yang jarang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar pun perlu didatangi.

“Saya mengajak para Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala kampung untuk membuka mata dan telinga terhadap informasi di daerah masing-masing. Warga baru yang jarang bersosialisasi pun perlu didatangi,” ujarnya. (CR44)