Pasific Pos.com
Papua Selatan

Sekolah Berpola Asrama Perlu Peran Guru Dan Pengasuh

MERAUKE,ARAFURA,- Kasubdit Pendidikan Anak dan Remaja Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nanik Suwaryani mengatakan dalam sekolah berpola asrama diharapkan para pengasuh dan guru yang ada bisa lebih berperan aktif memberikan nilai-nilai positif bagi anak. Dengan begitu, diharapkan mereka bisa menjadi agen perubahan dalam keluarga.

Dikatakan, pola pengasuhan anak baik di sekolah maupun selama di asrama bisa menerapkan kebiasaan yang baik mulai dari berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua maupun teman sebayanya, saling menghargai perbedaan, dididik pola hidup bersih, memberikan salam atau perilaku positif lainnya yang nantinya ketika dia kembali ke keluarga akan memberikan contoh yang baik terhadap keluarganya.

Selain itu, mereka juga diajarkan untuk menghargai waktu, menyelesaikan tugas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab dan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan asrama. “Para pengasuh dan guru juga harus bisa menciptakan kondisi yang kondusif dan menyenangkan baik di lingkungan sekolah maupun di asrama, sehingga anak tidak merasa bosan terhadap pelajaran yang diberikan kepada mereka,”tandasnya kepada ARAFURA News di Swiss-bel Hotel, baru-baru ini.

Ia mengatakan, pihaknya juga akan memberikan pelatihan terhadap para pengasuh dan guru agar dapat memberikan pelajaran yang menyenangkan. Seperti, bagaimana mendisiplinkan anak tanpa adanya kekerasan terhadap anak. Karena itu, perlu adanya komunikasi yang baik antar keluarga, guru dan anak.

Dalam pendidikan di sekolah, keluarga seringkali kurang berperan sehingga pihaknya berusaha mendorong agar keluarga lebih berperan aktif terhadap pendidikan anaknya. Pasalnya, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara guru dan orang tua agar anak berperilaku baik, disiplin, sopan dan dari sisi akademik memiliki prestasi yang lebih baik.