Sejumlah Program Inovatif Jadi Fokus Romanus Kahol Bangun Pendidikan Di Merauke
MERAUKE-Sejak diamanahkan menahkodai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan, Romanus Kande Kahol, S. IP, M. Si berkonsentrasi terhadap sejumlah program kerja yang mampu memberikan manfaat dan kemajuan bagi dunia pendidikan di wilayah selatan. Figur anak muda asli Papua yang melekat dalam dirinya menjadi bukti bahwa dirinya memang memiliki keseriusan dan komitmen yang sangat tinggi.
Seperti halnya yang akan dilakukan pada tahun 2026 ini dimana sejumlah program penting telah disiapkan, termasuk tindak lanjut dari program-program tahun sebelumnya. Tidak hanya di sektor pendidikan secara keseluruhan tetapi juga di lingkup instansi yang ia pimpin saat ini.
Kepada Pasific Pos di ruang kerjanya, Rabu (7/1), Romanus menyampaikan bahwa pihaknya akan memperkuat kedisiplinan pegawai Dinas Pendidikan. Bahkan dalam waktu dekat akan dilaunching layanan nomor kontak pengaduan guna mengawal perbaikan pembangunan pendidikan. Pihaknya juga akan mengawal jalannya pendidikan gratis mengingat beberapa sekolah negeri di tingkat SMA dan SMK menerima dana BOS cukup besar.
Tidak hanya itu, direncanakan pada tanggal 25 setiap bulan akan digelar apel PGRI dengan menghadirkan pensiunan guru untuk diberikan penghargaan khusus. Bahkan pihaknya juga berencana mengadakan nikah masal khusus untuk guru yang belum menikah juga masyarakat umum.
Perhatian terhadap pendidikan non formal juga terus digencarkan dengan memberikan warning kepada pengelola agar melaksanakan operasional sesuai tujuan pendirian pendidikan non formal yaitu untuk menjawab angka putus sekolah. Sedangkan untuk beberapa program yang telah dilaksanakan tahun sebelumnya tetap menjadi fokus perhatian dan akan dilakukan upaya-upaya tertentu agar tetap berjalan dengan baik.
Di antaranya mengenai Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemda dengan TNI Polri dalam mengawal pembangunan pendidikan di Kabupaten Merauke sehingga jika terjadi sesuatu terhadap lembaga pendidikan dapat ditangani dengan baik. Seperti aksi pemalangan yang terjadi di beberapa sekolah karena anak bangsa dimanapun memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan.
Oleh karena itu upaya mediasi gencar dilakukan dengan didampingi pihak TNI Polri sehingga diperoleh solusi dan apa yang menjadi hak masyarakat adat juga dapat terselesaikan. Namun tetap harus dikomunikasikan lewat jalur yang tersedia. Hal lain yang juga menjadi perhatian adalah terkait digitalisasi pendidikan yang tengah diusung pemerintah pusat, salah satunya dengan memberikan Smart TV kepada seluruh satuan pendidikan.
Untuk di Kabupaten Merauke sendiri sudah diterima namun pihaknya tetap memantau jika masih ada Smart TV yang belum bisa digunakan karena kendala jaringan listrik agar segera dilaporkan. Pihaknya akan melaporkan kondisi tersebut kepada Kementerian Pendidikan serta berkoordinasi dengan PLN untuk mengatasinya.
Kemudian untuk pelaksanaan program Sekolah Rakyat, masih berjalan lancar dan setelah libur Natal dan tahun baru aktivitas belajar akan kembali berjalan. Pihaknya rutin melakukan pemantauan juga evaluasi terkait hal apa saja yang terjadi di lapangan termasuk kendala yang dihadapi. Pihaknya telah menerima laporan dari kepala sekolah terkait permasalahan tenaga pendamping yang harus segera dibayarkan haknya pada Januari ini.
Karena pendamping tersebut merupakan tanggung jawab Kementerian Sosial maka pihaknya meyakini akan segera terbayarkan. “Kami tetap meminta kepala sekolah untuk memberikan motivasi kepada guru dan pendamping agar tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan, ” terangnya. Program MBG juga menjadi perhatian penting meskipun belum semua sekolah mendapatkannya.
Pasalnya, saat ini baru tersedia 5 dapur dan jumlah siswa yang harus dilayani sangat banyak. Bayangkan saja, satu dapur harus melayani hingga 3.000 siswa. Adapun target yang diberikan seharusnya bisa tersedia 18 dapur untuk di Kabupaten Merauke namun yang operasional baru 5 dapur. Badan Gizi Nasional akan mengawal program ini dan pihak dinas membantu dengan memberikan data jumlah siswa setiap sekolah.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah penerapan mata pelajaran Bahasa Marind di sekolah, hasil kerja sama dengan Balai Bahasa Jayapura untuk menyusun bahan ajar muatan lokal. Saat bahan ajar sudah ada akan diperkuat dengan merekrut guru tutor untuk mengajar Bahasa Marind kepada siswa. (iis)
