Pasific Pos.com
Papua Barat

Sejak Launching Bela Nanda, sudah 12 Akta Kelahiran Diterbitkan

Manokwari, TP – Sejak program Begitu Anak Lahir Mendapatkan Akta Kelahiran (Bela Nanda) dilaunching oleh Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan pada 4  Juli lalu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Manokwari sudah menerbitkan 12 akta kelahiran untuk anak yang lahir di RSUD Manokwari. Penerbitan akta kelahiran melalui program Bela Nanda belum signifikan karena ada sejumlah kendala yang dihadapi. Salah satunya kesadaran orangtua untuk mengisi nama anak pada kartu keluarga (KK).

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Manokwari, Harry Ramandey kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, kemarin.

“Kita sudah terbitkan 12 akta kelahiran setelah program Bela Nanda dilaunching. Rinciannya tiga aktakelahira diberikan pada saat launching dan sisanya setelah launching,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu syarat yang harus dipenuhi orangtua bayi untuk mendapatkan akta kelahiran bagi buah hati adalah mencantumkan nama anak dalam KK. Namun, hal itu menjadi kendala karena untuk mencantumkan nama anak dalam KK harus dikonsultasikan dengan orangtua ibu dari bayi yang dilahirkan.

“Mereka bilang tunggu dikonsultasikan dengan orangtua dulu karena terkait masalah adat,” ujarnya.

Ditanya realisasi hingga Jumat pekan lalu, menurutnya, masih menunggu laporan dari pihak rumah sakit. Kalau sudah laporan, langsung diinput dan diproses penerbitan akta kelahirannya.  

“Proses pelayanan untuk masyarakat seperti biasa tetap berjalan, tetapi untuk mereka yang lahir di rumah sakit menjadi prioritas. Begitu datang, input, proses langsung bawa pulang (akta kelahiran),” tandasnya.

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Manokwari, Sikhalik mengatakan, untuk program Bela Nanda, anak yang lahir di rumah sakit, sebelum keluar dari rumah sakit sudah memperoleh akta kelahiran. Program itu dilaksanakan sebagai salah satu upaya mencapai target 85 persen masyarakat Manokwari memiliki akta kelahiran pada tahun ini. “

Sesuai target dari Pemerintah Pusat, pada tahun 2018 ini Kabupaten Manokwari ditargetkan sudah harus mencapai 85 persen penduduk yang memiliki akta kelahiran. Itu untuk warga yang berusia 0-lanjut usia (lansia),” ujarnya.

“Untuk realisasi penerbitan akta kelahiran setelah launching, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sudah mulai menerbitkan akta kelahiran. Begitu anak lahir di rumah sakit, kita jemput berkas, lalu proses, dan terbitkan akta kelahirannya,” sambungnya.

Seperti yang dsampaikan Bupati Manokwari saat launching program Bela Nanda, kata Sikhalik, bahwa sesuai informasi dari Direktur RSUD Manokwari, dalam sebulan ada 200 anak yang lahir, sementara yang mengurus akta kelahiran tidak sampai 10. Dengan demikian, menurutnya, masih ada masyarakat yang belum punya kesadaran untuk mengurus akta kelahiran anak

“Ada banyak faktor yang menjadi kendala. Salah satunya sesuai informasi dari kepala ruangan bersalin RSUD, rata-rata yang ditemukan itu adalah warga belum punya akta nikah, baik gereja maupun di catatan sipil. Akan tetapi bukan itu yang menjadi persoalan. Sebab, pemerintah pusat melalui Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri memberikan kemudahan, yakni apabila belum menikah, cukup menandatangani surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPJM). Jadi itu yang dibuat kedua belah pihak, jadi ibu dan bapak anak itu tanda tangan untuk buatkan akta kelahiran bagi anaknya,” bebernya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Manokwari, Yoseph Isir sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya selalu siap, yang penting adalah pihak rumah sakit menyiapkan data. Pihaknya akan memberikan formulir kepada rumah sakit dan Puskesmas-Puskesmas, sehingga saat ibu hendak melahirkan perlu mengisi data, kemudian data itu dikirim ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Jadi sebelum ibu keluar dari rumah sakit dia sudah pegang akta kelahiran dan kartu keluarga (KK) karena anak lahir dengan sendirinya ada penambahan jiwa dalam KK, berarti bawa pulang dua dokume itu. Semua gratis, tidak ada pungutan,” tegasnya. (CR44)