Pasific Pos.com
Headline

Sebelum Masa Jabatan Berakhir, Konektivitas Antar Kawasan Sudah Terhubung

Jayapura,- Gubernur Papua Lukas Enembe menegaskan, sebelum mengakhiri masa jabatannya bersama Wakil Gubernur Klemen Tinal tahun 2018, jalan Trans Papua sudah harus rampung.
“Pembangunan infrastruktur ini untuk membuka kawasan konektivitas antar kawasan terutama kawasan Pegunungan Tengah. Saya pikir pertemuan ini sangat strategis, untuk tahun 2018 sudah bisa menyelesaikan pekerjaan bidang ke PU-an yang saat ini belum terkoneksi antara satu kabupaten dengan kabupaten lain,” ungkap Gubernur dalam arahannya pada rapat kerja teknis bidang ke PU-an dalam rangka sinergitas program dan kegiatan pembangunan infrastruktur strategis dan mendukung penyekenggaraan PON XX tahun 2020 di Sasana Krida kantor Gubernur, Selasa (31/3/2015) kemarin mengaku,.
Dijelaskannya, untuk membuka konektivitas antar kawasan di Papua. Pemprov Papua mengutamakan pembangunan atau peningkatan jalan, agar pada tahun 2018 dapat diselesaikan. Sebab, masalah wilayah Pegungan Tengah perlu menjadi perhatian.
“Namun tidak semua wilayah Pegunungan Tengah masih terisolasi seperti kabupaten Nabire, Dogiyai dan Deyai tidak masuk dalam hal ini, dimana konektivitasnya sudah luar biasa yang sudah dikerjakan oleh balai besar, jalannya sudah setara dengan jalan poros,” terangnya.
Selain itu, kabupaten yang konektivitasnya sudah terhubung seperti Jayapura-Wamena-Puncak-Ilaga dan Merauke-Oksibil yang sementara ditangani oleh balai besar sudah tersambung, tinggal Oksibil-Keerom-Jayapura, Wamena-Oksibil-Dekai yang sedang dikerjakan oleh Balai besar.
“Itulah target besar diakhir tahun 2018, konektivitas Jayapura-Wamena-Ilaga-Sugapa-Paniai-Nabire dipastikan sudah harus tembus,” tandasnya.
Untuk mendukung pembukaan konektivitas antar kabupaten di Papua, ujar Gubernur perlu koordinasi serta perlu pembangian tugas seperti balai besar jalan dan jembatan, mengerjakan apa, pemprov Papua kerjakan, Balai pengairan dan infrastruktur dan kabupaten/Kota kerjakan yang mana.
“Itu yang perlu diskusikan, kenapa kita penting untuk mendorong pembangunan infrastruktur untuk Pegunungan Tengah yang selama ini, karena wilayah Pegungan tenga masih menghadapi masalah sosial dan masalah lain di provinsi ini,” pungkasnya.
Sehingga perlu mendorong percepatan pembangunan jalan strategis yang menghubungkan Pegunungan Tengah dari berbagai sumber pendanaan direncanakan dengan baik sehingga target pada tahun 2018 sudah bisa dihubungkan.
Seperti pembangunan jalan dari Jayapura-Elelim, wamena – Elelim jalannya sudah di aspal. Diharapkan tahun 2018 sudah dapat dihubungkan. Kemudian Lani Jaya-Ilaga-Puncak Jaya, Ilga-Bioga-Sugappa-Pania itu juga sudah harus dihubungkan pada tahun 2018.
“Sebanarnya jalan trans Papiua sudah terhubung, dimana tahun 2018 sudah dipastikan terhubung seperti Timika-Paniai tinggal 20 kilo meter, yang diperjungkan dari area penambangan masuk ke Sugappa dan Ilaga. Kunjungan kemarin, arus penumpang harus dapat masuk keluar pertambangan,” ucapnya.
Sementara Merauke sampai sekarang sudah ada di Oksibil, sudah sampai di Waroppo. Dari Oksibil sampai pada Dekai. Dengan demikian jalan dari Nabire menuju ke Waropen yang dibuka UP4B kemudkan, Sarmi ke Waropen, memang harus tembus rawa sedikit berat Sarmi-Waropen.
“Ini akan menjadi penting bagi kita, kemudian pembangunan jalan strategis yang menghubungkan kawasan satu dengan kawasan lain baik yang dibiayai oleh pemerintah provinsi, kabupaten/kota maupun sumber APBN,” tambahnya. (Bams)