Pasific Pos.com
Papua Tengah

SDN Inpres Wonorejo Berduka

NABIRE – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Bumiwonorejo berduka cita. Karena, salah satu anak didiknya, Aquila Kogopa meninggal dunia, Jumat pekan lalu setelah ditemukan di rawa-rawa kawasan Wadio. Sekolah berduka karena siksaan yang diderita murid kelas IV ini di tengah jalan.

Kepala SDN Inpres Bumiwonorejo, Bernadeta Butu, Minggu (25/2) menutur sekolah masih berduka karena anak didik atas nama Aquila Kogopa meninggal Jumat subuh dari rumah sakit. Aquila yang malang ini meninggal karena tidak tertolong atas penderitaan yang dialaminya.

Bernadeta mengisahkan, Aquila seperti anak didik lainnya pulang ke Kalibobo dengan ojek. Entah mengapa, tukang ojek tidak mengantar anak Aquila ke rumahnya tetapi malah dilarikan ke arah Wadio. Anak yang malang ini ditemukan oleh dua ibu di rawa-rawa karena sedang berteriak minta tolong. Saat ditemukan, badan dan pakaian penuh dengan lumpur, semua lubang, hidung, mulut dan telinga penuh dengan lumpur. Tukang ojek kabur, entah ke mana.

Ia menambahkan, ketika kedua ibu menanyakan alamatnya, anak ini memberitahu kalau orang tuanya di Kalibobo. Berkat penjelasannya, anak yang malang ini diantar ke alamat orang tuanya.

Sesuai keterangan yang diperoleh, kata Bernadeta, anak tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit tetapi tidak tertolong. Aquila menghembuskan nafas terakhirnya, Jumat subuh dan dimakamkan pada Sabtu, akhir pekan.

“Anak sudah dikuburkan tetapi kami sekolah masih berduka. Karena, anak didik kami meninggal,” tuturnya sedih. (ans)