Pasific Pos.com
Headline

Satu Siswa Polwan dari Papua Dikeluarkan dari Pendidikan

“Akibat Terbukti Palsukan Berkas saat Mendaftar Polisi”

Jayapura,- Ririn Wijayanti, siswi polisi wanita (Polwan) yang mendaftar dari Polda Papua dikeluarkan dari pendidikan, akibat ketahuan menggunakan ijasah aspal (asli tapi palsu) dalam pendaftaran penerimaan Brigadir Polri tahun 2014.
Kasus ini sendiri terungkap setelah Itwasum Mabes Polri melakukan penelusuran terhadap surat kaleng yang diterimanya. Dimana disebutkan Ririn Wijayanti adalah nama asli dari Vika, salah satu Siswa Polwan asal Magetan, Jawa Timur yang mendaftar sebagai Polisi dalam perekrutan Polri di Polda Papua, bulan lalu.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigadir Jenderal Polisi Paulus Waterpauw membenarkan adanya kabar tersebut. Bahkan, dia mengaku sempat dimintai keterangan Itwasum Mabes Polri terkait kasus tersebut.
Terungkapnya berkas palsu yang digunakan Ririn, jelas Wakapolda, setelah adanya surat kaleng yang diduga dikirimkan oleh salah satu anggota keluarganya yang mengetahui bahwa Ririn telah diterima di pendidikan Polwan. Atas surat kaleng tersebut, Mabes Polri melakukan pengecekan terhadap Ririn yang menggunakan nama Vika dalam ijasah, hingga dia mengakuinya.
“Hasil pemeriksaan memang tidak ada unsur pemalsuan pada waktu itu, jadi dia hanya menggantikan foto dari Ijazah yang dimiliki oleh saudaranya yang menjadi TKI, namun pengerjaannya sangat rapi. Itu perbuatan itu sendiri, kesengajaan dia karena merasa prihatin orang tuanya yang sudah tua sehingga ingin mengabdi. Ya bagaimanapun kita sayangkan,” kata Paulus Waterpauw, Rabu (10/9).
Wakapolda mengakui berkas yang digunakan Ririn untuk mendaftar sangat rapi, sehingga  tidak diketahui adanya kecurangan. Hal itu juga berlaku saat pemeriksaan berkas di Mabes Polri.
”Berkasnya rapi, Mabes Polri aja tidak tahu. Namun hanya karena adanya surat kaleng itulah maka kebohongan pendaftaran tersebut bisa diketahui. “Ketika dia (Ririn –red) dipanggil oleh penyidik dengan nama aslinya, dia langsung mengatakan Siap!. Sehingga itu terbukti langsung,”cerita Wakapolda lagi.
Mengenai proses hukum terhadap Ririn, Wakapolda menyatakan akan dilakukan di Mabes Polri, namun jika Mabes melimpahkan ke Polda Papua maka pihankya akan memproses. ”Hampir bisa dikeluarkan dari Pendidikan Polwan di Jakarta, tapi nanti ada prosesnya lagi,” kata dia.
Menurut Wakapolda, kasus seperti Ririn, juga terjadi di Polda lain dengan kasus yang sama, namun dirinya tidak menyebutkan Polda mana saja. Pihaknya juga menyatakan memperketat pengawasan dalam penerimaan polri periode berikutnya.
”Kita lihat juga ada kelemahan di sistem kita, tapi hal ini bukan kesengajaan. Apalagi peminat pendaftaran kemarin kan membeludak sehingga mungkin karena banyaknya yang daftar itu, dengan proses dan batas waktu yang ketat akhirnya membuat kita kurang teliti,” ujarnya.