Pasific Pos.com
Papua Tengah

Sampah pasar Kalibobo Nabire masih menumpuk

NABIRE – Lebih dua minggu, sejak Hari Raya Natal dan Tahun, sampah di Pasar Sentral Kalibobo Nabire belum diangkut. Para pedagang dan warga sekitar mengeluhkan bauh yang menyengat dari tumpukan sampah itu.

Laode, salah satu pedagang mengatakan, sampah tersebut sudah menumpuk sejak empat atau lima hari sebelum Hari Raya Natal dan hingga saai ini belum datang lagi.

“Kalau angkat sampah di sini tidak menentu, biasanya sampai pele jalan. Padahal tempat jualan kami dekat sekali dengan sampah ini,” ujarnya di Nabire, Minggu (6/1) kemarin.

Akibat seringnya sampah memenuhi jalan, kata Laode, dirinya lalu berinisiatif bersama beberapa pedagang lainnya lalu memagarnya dengan balok dan daun seng sebagai pembatas.

“Kami ambil kayu pagar biar orang buang agak ke dalam, jangan sampai terhambur di jalanan karena tidak teratur dibuang,” katanya.

Dia bilang, sampah–sampah ini sering menimbulkan bau tak sedap sebab bukan hanya karton atau sampah pasar. Tetapi, menurut Laode, ada bekas makanan dan sampah dapur yang berasal dari rumah tangga. Tumpukan sampah di areal itu, bukan hanya sampah pasar. Tetapi banyak warga luar pasar yang membuangnya pada malam hari.

“Disini bukan sampah pasar saja, banyak sisah makanan dan popok bayi karena orang luar juga masuk buang,” terangnya.

Menurutnya, seharusnya petugas sesering mungkin mengangkut sampah, dan tidak dibiarkan menumpuk berhari–hari. Diriya pun sudah sering mengadu hal tersebut kepada pihak berwenang, tetapi belum ada tanggapan yang baik.

“Seharusnya sampah ini diangkut teratur. Ini kami bayar retribusi Rp. 20.000/bulan. Saya sudah sering ke petugas sampaikan tetapi sama saja,” terangnya.

Dia berharap agar penanganan sampah khususnya di Pasar Kalibobo kedepannya bisa terarah dan lebih baik lagi. Bukan hanya di Pasar Kalibobo, tetapi Nabire pada umumunya.

“Sebab kami di sini bayar retribusi, kami juga mau sampahnya diangkut dengan baik agar tidak menumpuk,” harapnya.

Seorang warga yang enggan namanya dikorankan mengakui, dirinya sering membuang sampah di Pasar Kalibobo. Sebab selain tidak tersediahnya Tempat Penampungan Sementara (TPS), juga ada himbauwan dari dinas terkait agar pasar dijadikan TPS.

“Ya kita mau buang di mana, tidak ada TPS. Lagian saya pernah baca berita beberapa waktu lalu, ada himbauwan untuk buang ke pasar, ya mau gimana lagi,” ucapnya. (pas)