Pasific Pos.com
Papua Barat

Saksi Ngaku Menyetor Pajak Kepada Istri Pak Alex

Manokwari, TP – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Papua Barat di Manokwari, kembali menggelar sidang dugaan pungutan liar (pungli) dengan terdakwa Gustap Wanggai dan Marten Kambu, Senin (2/7).

Sidang lanjutan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Sonny A.B. Laoemoery, SH beragendakan pemeriksaan saksi tambahan. Dimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Manokwari, Decyana Caprina, SH bersama rekannya menghadirkan 3 orang saksi diantaranya, Dasi Suswanto, Ayudi, dan Sumarno, selaku pedangang yang berjualan di sekitar kantor UPT Perindakop, Pasar Wosi.

Keterangan Dasi Suswanto dalam persidangan mengaku, sebelum dirinya berjualan di sekitar areal kantor UPT Perindakop Pasar Wosi dirinya bertemu dengan Pak Alex Tamo Amo selaku mantan Kepala Seksi Perizinan Pengawasan dan Pemeriksaan UPT Pasar Wosi.

“Saya bertemu dengan pak Alex Tama Amo setelah itu barulah saya bertemua dengan Gustap Wanggai secara terpisah. Saya dilarang untuk berdangang di pinggiran los oleh pak Alex. Pak Alex arahkan saya untuk berjualan disekitar areal kantor UPT Pasar Wosi,” kata Dasi Siswanto.

Kemudian, kata saksi, yang mengantar dirinya atau mengatur dirinya untuk berjualan diareal kantor UPT Pasar Wosi pak Gustap Wanggai. Awalnya, lanjut saksi, dirinya diminta untuk memberikan pajak sebesar Rp. 500 ribu. Namun, terlalu berat dirinya meminta agar diturunkan, akhirnya pak Alex turunkan menjadi Rp. 400 ribu.

“Saat itu saya serahkan pajak Rp. 400 di Februari 2018 dan diterima pak Gustap Wanggai,” ucapnya. Sembarai mengaku, dirinya sangat terbantu dengan diberikan tempat jualan yang aman dan bersih, serta merasa tidak keberatan atas pungutan pajak tersebut.

Sementara, saksi Ayudin dalam keterangannya mengaku, mulai berjualan sejak Oktober 2017 dan saksi bertanya kepada pak Alex, dan mengatakan apakah dirinya bisa berjualan dan akhirnya saksi diberikan tempat untuk berjualan.

Lebih lanjut, kata saksi, dirinya memberikan setoran pajak Oktober-November 2018 sebesar Rp. 500 ribu diserahkan kepada pak Alex. Kemudian, setoran pajak pada Januari-Februari sebesar Rp. 500 ribu disetor kepada pak Gustap Wanggai.

Saksi Ayundi mengaku, selama dirinya berjualan dirinya merasa nyaman dan tempatnya bersih, sembara berterima kasih karena dirinya telah dibantu dengan tempat jualan dan tidak merasa keberatan atas setoran pajak. Sebab, lanjut saksi, semenjak dirinya berjualan diareal kantor UPT Pasar Wosi keuntungannya meningkat.

Selain itu, saksi Sumarno dalam sidang tersebut mengatakan, dirinya berjualan diareal kantor UPT Pasar Wosi sejak November 2017 atas perintah pak Alex, dengan memberikan setoran pajak sebesar Rp. 500 ribu. Saksi mengatakan, dirinya menyetor pajak pertama pada Desember 2017 kepada istrinya pak Alex, kemudian setoran berikutnya pada Januari 2018 disetor kepada pak Alex sebesar Rp. 300 ribu berdasarkan kesepakatan bersama.

Setoran pajak Februari 2018, tambah saksi, saksi menyerahkan kepada pak Gustap Wanggai sebesar Rp. 300 ribu dan pada Maret 2018 saksi sudah tidak menyetora lagi. Lanjut saksi, dirinya merasa nyaman berjualan diareal kantor UPT Pasar Wosi dan tidak pernah dipaksa untuk membayar pajak karena dari awal sudah ada kesepakatan dengan pak Alex.

Dalam sidang itu pun, saksi Sumarno menerangkan, pak Alex pernah mengusur salah satu pedangang pada Desember lalu karena tidak membayar setoran pajak. Selain itu, saksi mengatakan, ada cleaning service yang membersikan sekitar kantor UPT Pasar Wosi, tetapi dirinya tidak mengenal cleaning service tersebut, tandas saksi.

Penasehat Hukum kedua terdakwa, Peni M. Noriwari, SH yang ditemui Tabura Pos usai persidangan mengatakan, dirinya mengucapkan terima kasi kepada ketiga saksi tersebut sebab mereka sangat koperatif.

Dimana, lanjut Noriwari, ketiga saksi tersebut memberikan keterangan dalam persidangan sesuai dengan fakta atau kenyataan yang terjadi di lapangan.

Noriwari yang juga partisi hukum ini menambahkan, sidang berikutnya akan kembali digelar pada Senin (9/7) mendangan dengan agenda pemeriksaan 1 orang saksi tambahkan yang akan di hadirkan JPU Kejari Manokwari.

Disinggung terkait saksi meringangkan yang akan dihadirkan, Noriwari mengaku, dirinya akan menghadirkan 1 orang saksi meringangkan pada sidang berikutnya, tandasnya.

Sesuai catatan Tabura Pos, kedua terdakwa dugaan kasus pungutan liar (pungli) Gustap Wanggai dan Marten Kambu terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli di Pasar Wosi pada Senin, 5 Maret 2018 lalu.

Kedua terdakwa tersebut, diamankan Tim Saber Pungli dengan barang bukti (BB) uang tunai sebesar Rp. 700 ribu dan catatan laporan keuangan. [FSM]