Pasific Pos.com
Kota Jayapura

Respon Cepat Pemkot Jayapura Pasca Robohnya Pasar Hamadi

 

JAYAPURA, – Menyikapi robohnya dinding lantai 2 di pasar sentral Hamadi pada Sabtu 6 Januari 2018 sekitar pukul 16.00 WIT, Pemerintah Kota Jayapura merespon cepat dengan menggelar rapat untuk mendengrakan saran dan masukan dari instanasi terkait, pada Senin sore (8/1/18).

Rapat ini dihadiri Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, Dinas Pekerjaan Umum, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Badan Pendapatan Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Jayapura, dan pihak kepolisian di ruang rapat Wakil Wali Kota Jayapura di Kantor Wali Kora Jayapura.

Rapat ini dengan tujuan membentuk tim kerja penanganan gedung pasar Hamadi paska bencana untuk mencegah lebih awal sehingga tidak berdampak lebih luas yang berakibat timbulnya korban.

“Ada 20 pedagang yang dagangannya terkena runtuhan bangunan itu. Tim bekerja menganilisa semua konstruksi secara keseluruhan,” kata Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru.

Dalam rapat yang dimaksud, Rustan menyampaikan agar tim melakukan teknik penanganan, mengefaluasi bangunan, dan penanganan keamanan.

“Dari segi konstruksi ada kelalaian baik segi bentuk, dimensi dan kualitas benton dan bangunan. Pemerintah Kota Jayapura secara utuh menangani masalah pasar Hamadi,” kata Rustan.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Jayapura Robert L. N. Awi mengatakan, dirinya memprediksi pasar dimaksud sudah berpotensi resiko terhadap pedagang karena bangunan yang sudah mulai retak di hampir keseluruhan dinding pasar Hamadi.

“2017 kami sudah minta bantuan PU Kota Jayapura tapi laporannya kami belum terima. Dinding lantai dua sudah rawan karena sudah terkelupas. Jam 4 sore rubuh diawali oleh angin kencang, material berguguran dan mulai rubuh separuh sedikit demi sedikit pada dinding lantai 2 pasar Hamadi,” kata Robert.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Jayapura Nofdy J. Rampi mengatakan, pasar Hamadi mulai di bangun pada 2005, dan sudah difungsikan tujuh tahun hingga 2017.

“Kondisi yang terjadi pasar Hamadi sama persis yang terjadi bangunan induk otonom kantor Wali Kota Jayapura yang kondisinya retak. Tulangan atau penyatu besi tidak menyatu. Perlu evaluasi, utamanya pada mutu bangunan. Tiang patah akibat beban diatasnya dan tarikan dari terpal dari pedagang pada balok kantilever yang patah,” kata Nofdy.