Pasific Pos.com
Papua Barat

Rektor Unipa Ingatkan Peserta Pesparama Nasional Utamakan Syukur dalam Berlomba

Manokwari, TP – Para peserta Pesparawi Mahasiswa Nasional (Pesparama) yang ke-XV pasti ingin menjadi juara dalam perlombaan tersebut. Akan tetapi, yang menjadi juara hanya satu, sehingga yang terpenting adala lomba itu diarahkan untuk bersyukur kepada Tuhan.

Hal itu disampaikan Rektor  Universitas Papua (Unipa), Jacob Manusawai dalam sambutan selamat datangnya pada pembukaan Pesparama Nasional  yang ke-XV di Gereja GK Petrus, Amban, Manokwari, Minggu (15/7).

Manusawai menuturkan, perhelatan sepakbola akbar dunia yakni Piala Dunia hendak diakhiri. Piala Dunia banyak membuat kecewa masyarakat Manokwari karena tim yang dipilih tidak masuk final.

“Jadi semua yang berkeliling Kota Manokwari kecewa berat, Brasil tidak masuk, Jerman tidak masuk,  Argentina juga tidak masuk. Suasana ini pada hari ini terjadi di Petrus Amban. Kita akan masuk dalam satu lomba yaitu lomba paduan suara,” ujarnya.

Dia yakin bahwa setiap peserta memiliki harapan, namun dia mengingatkan bahwa lomba tersebut diarahkan untuk bersyukur. “Jadi kalau juara itu tidak perlu, yang penting bersyukur. Oleh karena itu, mari kita bersyukur, bersyukur di Kota Injil, Manokwari,” sebutnya.

Dia mengemukakan bahwa kesebelasan yang bertanding dan tersingkir di Piala Dunia dipimpin oleh wasit yang bagus dan berkualitas. Dalam Pesparama Nasional ini pun ada penilai yang berkualitas yakni dewan juri.

“Jadi marilah kita dengan kejujuran dan keadilan supaya paduan suara yang terbaik itu dalam kerangka memuji Tuhan,” katanya.

Dia juga berterima kasih karena hampir semua universitas di Indonesia datang ke Manokwari. Hal itu menjadi satu kebanggan untuk Manokwari, Kota Injil. Sebab, sudah 163 tahun Kota Manokwari menunggu momen seperti ini.

“Momen dari Mamsinam ini wujudnya di Amban. Atas nama STIH Bintuni, STIMIK Kreatindo Manokwari dan Unipa Manokwari menyampaikan selamat datang. Semoga lomba ini tidak seperti di tempat lain yang ada lobi-lobi lagi untuk penilai-penilai. Kita lurus saja, siapa yang terbaik dialah yang juara dan menjadi pujian bagi Tuhan.,” tandasnya.

Ketua Panitia Pesparama Nasional yang ke-XV,  Robert Hamar menyampaikan, Pesparama Nasional yang ke-XV bertujuan meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa di kalangan mahasiswa untuk memuji dan memuliakan Tuhan sebagai ungkapan syukur atas keragaman dan pemeliharaan segala ciptaan-Nya. Selain itu, memperkokoh rasa perstauan antarmahasiswa Indonesia serta memupuk dan mempererat persaudaraan mahasiswa sebagai warga NKRI, serta menciptakan harmoni dan keseimbangan, menciptakan sikap suka bekerja sama, bekerja keras, suka memahami, kreatif, semangat, dan membiasakan berorientasi pada prestasi bagi mahasiswa peserta Pesparama Nasional.

“Sasarannya adalah meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa di kalangan mahasiswa untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan sebagai ungkapan syukur atas keragaman dan pemerlihaan segala ciptaan-Nya secara terencana dan berkesinambungan. Memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk kembangkan kemampuan melalui kegiatan eksrakurikuler baik di tingkat perguruan tinggi, wilayah, regional, nasional, maupun internasional. Terjalinnya persahatan antarmahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagai wadah pembinaan mahasiswa yang lebih dinamis, kreatif, inovatif, dan sportif,”  ujarnya.

Pesparama Nasional ke-XV ini mengangkat tema “Langit dan Bumi Pujilah Tuhan”. Selain lomba, juga diadakan sarasehan pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswaan. Sedangkan lomba sendiri terdiri atas dua kategori antara lain musika saskra dan gospel spiritual. Setiap peserta untuk masing-masing kategori akan membawakan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan bebas. Sebelum mengikuti pembukaan, 26 kontingen peserta yang tiba lebih dahulu melakukan pelayanan kerohanian pada berbagai gereja di Kota Manokwari.

Dia menyebutkan, para peserta sebanyak 36 delegasi yang berasal dari 37 kampus di Indonesia. Dua kampus, yakni Universitas Papua (Unipa) Manokwari dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Bintuni bergabung menjadi satu kontingen. Output lomba, kata dia, akan menghasilkan juara umum yang akan memperoleh trofi, uang pembinaan, dan piagam penghargaan. Sedangkan juara I, II, dan III dari masing-masing kategori medali dan sertifikat.

Kontingen dengan peserta tersedikit adalah Universitas Imanuel Yogyakarta dengan peserta sebanyak 27 orang, sedangkan kontingen dengan peserta terbanyak adalah Universitas Cendrawasih Jayapura dengan peserta sebanyak 54 orang.

Mengenai dana kegiatan, dia mengatakan, berasal Kemenristekdikti sebanyak Rp 2,75 miliar untuk membiayai penginapan dan konsumsi 35 peserta dari setiap kontingen. Juga perjalanan dan insentif dewan juri, dewan kehormatan, dan transportasi lokal. Dana dari bantuan Gubernur Papua Barat sebanyak Rp 2 miliar serta dari Bupati Manokwari Rp 157 juta dan Bupati Manokwari Selatan.

“Lomba ini juga menghasilkan konduktor terbaik yang diambil dari konduktor berstatus mahasiswa yang memimpin dua kategori lomba. Lomba itu akan dinilai oleh dewan juri, yakni Prof. Feri Rumengan, Aditya Suryanto, Ester Irawati Gunawan, Paul Kuangjongsu, Hau Sofwa,” tukasnya.

Pembukaan Pesparama Nasional yang ke-XV dihadiri para pejabat Kemmenristekdikti dan Kopertis, juga para unsur Forkopimda Papua Barat dan Manokwari. Hadir juga para rektor dan wakil rektor III bidang kemahasiswaan, para peserta, dewan juri, dewan kehormatan, dan undangan lainya. (CR44)