Pasific Pos.com
Papua Tengah

Rekomendasi Kemenristekdikti Resmi Turun, USWIM Bisa Buka PGSD

NABIRE – Rekomendasi dan permohonan penambahan program studi diberikan Kementerian Ristek, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Kopertis Wilayah XIV Papua dan Papua Barat Nomor : 149/K 14/KL/2018, tertanggal 27 Januari 2018. Berdasarkan rekomendasi tersebut, Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire di tahun akademik 2018/2019 dipersilakan membuka program studi baru Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di USWIM Nabire bagi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di wilayah Meepago dan Teluk Saireri atau secara umum di wilayah Papua Tengah.

Dalam surat Kopertis XIV Wilayah Papua dan Papua Barat mengatakan,mengacu kepada Peraturan Perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan pendidikan nasional, khususnya penyelenggaraan pendidikan tinggi, perubahan bentuk, penambahan program studi dan peningkatan jenjang program studi dalam rangka pengembangan SDM berkwalitas dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IMTEK) serta memberikan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Demikian dikatakan Rektor USWIM Nabire Drs Petrus Izaach Suripatti, M.Si yang didamping Dekan FKIP Drs Obeth Rumadas, M.Si kepada Papuapos Nabire, Rabu (31/1), di ruang kerjanya seraya menambahkan, kini rekomendasi membuka program studi baru PGSD telah ada, sehingga pada awal tahun akademik 2018/2019 sudah bisa dibuka pendataran bagi mahasiswa/i baru.

Lanjut dikatakan Suripatty dan Rumadas, dengan dibukanya program studi baru PGSD di USWIM Nabire diharapkan dari program studi ini akan menjawab kekosongan dan kekurangan tenaga guru SD yang ada di wilayah Meepago dan Teluk Saireri, sehingga kepada masyarakat sangat diharapkan untuk bisa memilih perguruan tinggi yang sehat dan legal, seperti USWIM Nabire.

Dengan dibukanya program studi PGSD ini diharapkan adanya dukungan dan kerja sama langsung dari semua bupati yang ada di wilayah Papua Tengah bersama USWIM Nabire dan juga setiap daerah/kabupaten dapat mengirim jatah mahasiswa /i yang mengambil jurusan PGSD guna menjawab kekosongan dan kekurangan tenaga guru di daerahnya masing-masing.

Selain itu, bagi Pemerintah Kabupaten Nabire diharapkan melalui Bupati Nabire dan Kepala Dinas Pendidikan agar dari dana desa/kampung yang diturunkan oleh pemerintah pusat sebesar Rp1 M itu sebaiknya ada alokasi dari bagi kemajuan dunia pendidikan, dimana setiap kampung yang ada di daerah ini dapat mengirimkan anak-anak kampung yang lulus SMA dan SMK ke USWIM Nabire, juga untuk menjawab kekurangan tenaga pengajar di kampung-kampung.(des)