Pasific Pos.com
Papua Barat

Rachmad Ngaku Pertama Kali Bertransaksi di RSAL

Manokwari, TP – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Manokwari yang diketuai Aris S. Harsono, SH, MH melanjutkan sidang kasus narkotika golongan 1 jenis Shabu-shabu dengan terdakwa Rachmad Saleh alias Rachmad dan Fransiskus Lalita alias Frans, Selasa (30/1).

Sidang beragenda pemeriksaan saksi ini, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Manokwari, Alwin M. Rambi, SH menghadirkan Rachmad sebagai saksi atas terdakwa Frans dan sebaliknya.

Rachmad mengaku mengenal terdakwa Frans dan pertama kali bertransaksi di RSAL Fasharkan TNI-AL Manokwari. Diungkapkannya, setelah calon pembeli mentransfer uang sebesar Rp. 1,5 juta ke rekening saksi, Frans mendatangi saksi untuk bertransaksi.

Menurut Rachmad, dirinya bersama Frans sering memakai Shabu-shabu bersama apabila barang dagangan mereka laris terjual. Ditambahkannya, pada September 2017 lalu, sudah ada calon pembeli yang mentransfer uang ke rekening saksi, sehingga dia dan Frans kembali melakukan transaksi di depan Hotel Mulia, Sanggeng.

Namun, setelah melakukan transaksi itu, terdakwa Frans diamankan anggota BNN Perwakilan Provinsi Papua Barat. Ia membeberkan, narkotika jenis Shabu-shabu berasal dari orang di Makassar, tanpa melalui orang kedua atau orang ketiga, tetapi dikirim langsung dari Makassar ke Manokwari.

Sementara Frans dalam keterangannya, mengatakan, dirinya pernah menawarkan diri sebagai kurir untuk menjual Shabu-shabu milik terdakwa Rachmad. Lanjut Frans, calon pembeli pada transaksi pertama dan kedua berbeda-beda dan dia tidak mengenal calon pembeli.

Di akhir keterangannya, keduanya mengaku bersalah di hadapan majelis hakim dan JPU. Setelah pemeriksaan kedua saksi, majelis hakim menutup sidang dan akan dilanjutkan Selasa (13/1) dengan agenda putusan.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 114 Ayat 1 atau Pasal 112 Ayat 1 atau Pasal 127 Ayat 1 huruf a UU No. 35 Tahun 2000 tentang Narkotika. [FSM-R1]