Pasific Pos.com
Papua Barat

Puskesmas Sanggeng Target 95 Persen Terkait Imunisasi MR

Manokwari TP, – kepala Puskesmas Sanggeng, Dr. Ivonne Fanny Kalele, M. Kes mengatakan Imunisasi Mealeses Rubella (MR) akan dilakukan pada tanggal 1 Agustus hingga 30 september. Dalam imunisasi ada dua vaksin yang akan disuntukkan yaitu campak dan Rubella. Adapun waktu pelaksanaannnya disesuaikan pos yang sudah ditetapkan. Jumlah pos saat ini ada sekitar 72 pos yang tersebar di beberapa tempat seperti posyandu, paud, TK, Sd dan SMP karena sasaran untuk imunisasi MR adalah anak yang usia 9 bulan sampai kurang lebih 15 tahun.

Dirinya mengatakan bahwa telah melakukan pertemuan dengan lintas sektor dan telah  memberikan informasi kepada masyarakat sebelumnya sejak tahun 2017 lalu sekitar bulan oktober tahun lalu melalui lintas sektor  terkait akan dilakukannya imunisasi massal MR ini. “kami sudah menginformasikan ini kepada masyarakat sejak tahun lalu sekitar bulan oktober dengan melakukan pertemuan dengan lintas sektor bahwa akan dilakukan imunisasi MR, Terangnya”.

Menurutnya vaksin MR sendiri merupakan vaksin hidup yang dilemahkan. selain menyehatkan anak juga dapat meringankan penyakit campaknya maupun rubella. Selain itu juga dapat mencegah kelainan jantung, mencegah kerusakan otak, katarak dan gangguan pendengaran.

Ia menegaskan jika warga sangat antusias, banyak warga yang telah datang dan bertanya terkait waktu dan tempat pelaksaannya agar mereka bisa membawa anaknya. menurutnya bahwa sampai sejauh ini tidak ada kendala terkait program ini,dan berharap dengan antusias warga saat ini dapat mencapai 95 persen untuk masyarakat yang berada di wilayah kerja puskesmas sanggeng. namun dirinya mengakui bahwa masih bayak warga yang belum tau manfaat dari imunisasi MR ini seperti apa. “Karena selama ini yang warga ketahui adalah imunisasi campak, namun kami akan menjelaskan terlebih dahulu bahwa dalam imunisasi tersebut akan ada dua vaksin yang disuntikkan, terangnya”.

Selain itu, keterkaitan suku dan agama juga sempat menjadi kendala, namun dirinya menegaskan bahwa telah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat yang didapatkan oleh anak ketika dilakukan imunisasi MR ini, Ungkapnya”.

Ia menjelaskan untuk mengikuti imunisasi ini syaratnya kondisi anak harus dalam keadaan sehat ketika dilakukan imunisasi dan tidak mempunyai penyakit lainnya. Namun apabila anak dalam kondisi sakit terlebih dahulu akan dilakukan pengobatan terhadap anak hingga dipastikan dalam keadaan sehat baru akan dilakukan penyuntikan, saya berharap agar masyarakat dapat menyadari manfaat  dan segera membawa anaknya untuk dilakukan imunisasi Mr ini, Tututrnya”.(CR-45)