Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

Puluhan Pengusaha OAP Ikut Workshop Aplikasi Non Tender LPSE

Suasana Workshop Sosialisasi tentang aplikasi Non Tender LPSE, di Aula Lantai II Kantor Bupati, Gunung Merah Sentani, Kamis (20/2) siang.

SENTANI- Memudahkan pengusaha orang asli Papua gunakan aplikasi Non tender LPSE termasuk memahami peraturannya, Pemerintah Kabupaten Jayapura gelar Workshop sosialisasi tentang aplikasi Non Tender LPSE Khusus pengusaha Orang Asli Papua (OAP).

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan pengusaha orang asli Papua, berlangsung di Aula lantai II kantor Bupati Jayapura, Kamis (20/2 siang, yang dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Hanna Hikoyabi

Sebagai pemateri pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Jayapura, Alphius Toam, mengatakan Layanan Pengadaan Secara ELektronik (LPSE) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura wajib dikuasai dan dipahami Pengusaha Orang Asli Papua, agar kekhusussan bagi pengusaha orang asli Papua yang dijamin oleh Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia No.17 Tahun 2019 tidak sia-sia.

“Pada Perpes dimaksud diisyaratkan agar tercapainya percepatan, kesejahteraan dan peningkatan pembangunan,tiga bagian ini yang mendorong sehingga kita mendapatkan kemudahan di sana, bagaimana orang asli Papua mendapatkan perlakuan khusus dalam hal tender pekerjaan di APBD,”jelasnya, saat ditemui awak media usai kegiatan.

Katanya, kemudahan telah diberikan bagi pengusaha asli Papua untuk memperoleh pekerjaan melalui metode penunjukan langsung dengan nilai proyek mencapai 1 Milyar, kemudian ada tender khusus bagi pengusaha orang asli Papua untuk nilai proyek dari 1 Milyar sampai dengan 2,5 Milyar , karena kemudahan dari dua ruang dimaksud telah diberikan, kiranya perlu dimanfaatkan dengan baik.

” Tetapi juga diperlukan persyaratan tekhnis seperti sejumlah izin dan segala macam harus terpenuhi yang diisyaratkan secara administrasi, terhadap perusahaan itu terpenuhi atau tidak, seperti pajaknya juga dan akte notaris perusahaan,”papar, Alphius.

Diakuinya, ada sejumlah kelemahan dialami Pengusaha orang asli Papua diantaranya persyaratan administrasi yang tidak lengkap, juga secara tekhnis masih banyak belum memiliki peralatan kerja sesuai spesifikasi pada bidang pekerjaan tertentu.

“Jangan sampai perusahaannya ada tapi skop dan molen saja tidak punya, misalnya seperti itu. Itukan hal-hal yang sederhana, kemudian tenaga teknis punya tidak, karena itu sangat menentukan dalam mengarahkan pekerjaan di lapangan. Kami selama ini kesulitan di lapangam karena selama yang mengarahkan pekerjaan di lapangan selama ini hanya tukang yang mengandalkan pengalaman kerja saja,”imbuhnya.

Jadi, karena itu perusahaan diarahkan wajib memiliki tenaga tekhnis sebagai pengawas dan sekaligus memberikan pengarahan agar pekerjaan bisa rampung dengan kualitas baik. Termasuk membekali diri meningkatkan kemampuan di bidang Informasi Teknologi (IT) yang kini sedang berkembang, mengingat saat ini setiap pengajuan penawaran proyek pekerjaan dilakukan secara online.

“Penawaran sekarang tidak lagi Face to face lagi, dilakukan dengan aplikasi. Karena itu sekarang diajarkan dan bagian ini harus diperkuat oleh semua pengusaha orang asli Papua sehingga bisa bersaing untuk mendapatkan nilai proyek yang tadi dimaksudkan,” pungkasnya

Artikel Terkait

Dishub Jayapura Presentasi Desain Panggung Pentas Pantai Kalkote

Jems

Terkait Penumpang Sipil di Pesawat Hercules, Bupati Mathius: Itu Permintaan Kita

Jems

Pemkab Jayapura Waspada Dampak Buruk Corona ke Sektor Ekonomi

Jems

Bupati Jayapura Serahkan LKPD 2019 Melalui Sistem Teleconference

Jems

Parson: Kami Akan Berikan Stimulus kepada UMKM untuk Produksi Masker

Jems

6587 KK di Kabupaten Jayapura Bakal Terima Bantuan Sembako

Jems

Dishub Kabupaten Jayapura Bagikan Edaran Bupati Kepada Sopir Taksi

Jems

Bupati Mathius Lantik 5 Pejabat Eselon II dan 51 Pejabat Eselon III

Jems

Parson Horota: Lakukan Kordinasi dan Tingkatkan Kinerja

Jems