Pasific Pos.com
Papua Tengah

Puluhan Honorer Tanyakan Kejelasan Upah Mereka

DEIYAI – Para guru honorer yang selalu aktif, membanting tulang mengajar pada sejumlah sekolah baik tingkat SMP, SMA yang ada di Deiyai, selama ini melihat, menilai dan mengalami kurang perhatian serius dari pemerintah terhadap upah/honor mereka, maka sebanyak puluhan tenaga guru honor yang ada di Kabupaten Deiyai tergabung dalam Solidaritas Guru Honor, mendatangi ke Dinas P dan P Kabupaten Deiyai, dengan membawa sejumlah pamplet yang dituliskan sesuai aspirasinya, mempertanyakan soal honor mereka kepada pemerintah daerah, 13 Februari 2018, di Waghete.

Para guru honorer yang mengajar di SMP Negeri, swasta, dan SMA Negeri, se Deiyai lakukan aksi demo dimulai longmart dari Timipotu, berjalan kaki menuju Kantor Dinas P dan P dan kantor DPRD di Tigido, untuk menyampaikan aspirasi mereka agar dapat diperhatikan kesejahteraannya.

Salah satu guru honor, dalam orasinya menyampaikan, setiap hari selalu aktif mengajar di sekolah tanpa mengenal hujan, lapar, dan mengeluarkan tenaga, keringat, tanpa memperoleh upah honorer yang kurang memuaskan, maka kembali mempertanyakan dinamakah? perhatian pemerintah daerah kepada para guru honor yang selalu aktif mengajar di lapangan dalam membina, mendidik anak-anak menjadi pintar.

Tugas yang diemban para guru honor, tentu membantu pemerintah dalam rangka membangun daerah di bidang pendidikan, karena tugas mengajar, mendidik adalah bagian dari pembangunan, terutama dalam membangun dan meningkatkan sumber daya manusia yang berkwalitas melalui pendidikan formal.

“Kita bicara soal pembangunan tetapi kalau tanpa dipersiapkan sumber daya manusia berkwalitas, tak akan mungkin terwujud. Maka untuk meningkatkan SDM, harus melalui pendidikan. Untuk menjalankan pendidikan adalah para guru, baik guru berNip maupun guru honorer. Untuk menjalankan pendidikan dengan baik, lancar di lapangan tentu dipersiapkan fasilitas penunjang pendidikan yang memadai, baik fasilitas penunjang bagi guru, kesejahteraan guru maupun fasilitas gedung sekolah dengan perabot sekolahnya. Itulah, soal upah honorer adalah salah satu penunjang dalam rangka memajukan dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan SDM kedepan,” katanya, dalam orasinya.

Oleh sebab itu, dia mengharapkan, kepada pemerintah daerah melalui dinas teknisnya, dapat memperhatikan secara serius soal upah honor bagi tenaga guru honorer yang ada di Deiyai karena tanpa para guru honor, proses belajar mengajar di sekolah tidak akan mungkin berjalan baik, karena menurutnya, para guru berNip kurang aktif mengajar, sehingga pasti saja anak-anak menjadi korban ilmu di sekolah.

Para guru honorerlah yang selalu mempertahankan dan mengaktifkan roda pendidikan di lapangan yaitu di sekolah-sekolah. “Untuk itu, sekali lagi kami harapkan, pemerintah daerah dapat serius memperhatikan upah honor bagi tenaga guru honorer yang ada agar melalui tugas para guru honor ini, akan terus mempertahankan dan meningkatkan serta memajukan dunia pendidikan di daerah ini,” ucapnya.

Sementara itu, para pendemo atau para guru honorer di terima langsung oleh Kepala Dinas P dan P Kabupaten Deiyai, Pither Adii, yang langsung menerima aspirasi dan harapan para guru honor yang dituangkan dalam beberapa poin tertulis.

Salah satu poin utama adalah soal upah honor mereka. Setelah menerima aspirasi yang disampaikan melalui tulisan, kepala dinas menyampaikan, aspirasi telah diterima selanjutnya, akan dibicarakan dengan bupati dan akan lebih serius, karena para duru adalah tulang punggung pendidikan. Dan maju- mundurnya dunia pendidikan di lapangan ada dipundak para guru, maka akan diupayakan sesuaikan dengan kondisi yang ada.

Seusai melakukan aksi di halaman Kantor Dinas P dan P, para pendemo atau para guru honor lanjut ke Kantor DPRD Deiyai, untuk menyampaikan aspirasinya yang sama kepada DPRD, khususnya ke komisi yang membidangi, yaitu Komisi C.

Para pendemo mendatangi kantor DPRD, namun para anggota DPRD tidak berada di tempat, karena jam sudah sore, sehingga diterima langsung oleh Kabag Umum Sekretariatan Dewan. Aspirasi para pendemo, yang dituangkan dalam tulisan telah sampai melalui bagian umum dan akan diteruskan kepada para anggota dewan, khususnya DPRD Komisi C. Seusai melakukan orasi dan menyampaikan aksi di Kantor DPRD, massa langsung pulang dengan tertib. (henbob)