Pasific Pos.com
Papua Selatan

Puas Dengan Layanan JKN KIS, ‘Tetap Ada Hak Dan Kewajiban Yang Harus Dipenuhi’

MERAUKE,ARAFURA,-Haris (35) adalah salah satu peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang  bekerja sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Boven Digoel yang juga turut merasakan manfaat dari Program JKN-KIS ini. Saat ditemui oleh tim dari BPJS Kesehatan pada hari Jumat (25/10) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Boven Digoel, Haris yang telah menjalani perawatan di rumah sakit selama tiga hari ini kemudian mengemukakan pendapatnya tentang Program JKN-KIS.

“Saya merasa kesakitan yang tidak tertahankan dan mengharuskan saya untuk menjalani rawat jalan di rumah sakit. Setelah diperiksa dan berkonsultasi, saya didiagnosa sakit dx post op fistul dalam istilah kedokteran dan fistula ani ini tidak dapat sembuh dengan sendirinya sehingga diperlukan tindakan pengobatan dari paramedis yang dilakukan secara teratur dengan beberapa cara pengobatan termasuk operasi yang dilakukan dengan mempertimbangkan juga posisi fistula ani sehingga kondisi tersebut mengharuskan saya untuk menjalani pengobatan disini dengan pantauan dokter dan perawat,” ujarnya. Dan setelah ditanya tentang pelayanan dari Program JKN-KIS yang ia rasakan, ia kemudian mengungkapkan bahwa, dirinya merasa puas dengan pelayanan yang diberikan selaku peserta JKN-KIS dan manfaatnya dapat dirasakan oleh semua peserta.

“Saya yakin layanan dari Program JKN-KIS ini sudah dilaksanakan secara menyeluruh sehingga ketika kami sebagai pengguna kartu ini saat mengalami sakit, ada penjaminan pelayanan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Jaminan yang diberikan pastinya sesuai dengan hak dan kewajiban yang harus dipenuhi setiap saat seperti mendapatkan kartu sebagai identitas peserta, memperoleh informasi dan mendapatkan pelayanan kesehatan dan pastinya ada potongan gaji yang merupakan kewajiban kita setiap bulan untuk membantu peserta lain yang juga membutuhkan iuran dari kita untuk menanggung biaya pengobatan. Karena sistemnya gotong–royong sehingga yang sehat dapat membantu yang sakit untuk masyarakat Indonesia yang lebih sehat,”ungkapnya.