Pasific Pos.com
Papua Barat

PSI Klaim Anti Korupsi dan Anti Intoleran

Manokwari, TP – Ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Manokwari, Patriks Tandirerung menegaskan, PSI merupakan partai yang anti korupsi dan intoleransi.

Dikatakan Tandirerung, dalam penerimaan pendaftaran bakal calon anggota legislative (bacaleg), baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten-kota, PSI tidak mengenal mahar politik.

“Dalam pendaftaran ini, kita tidak memungut mahar politik. Tidak ada mahar, tetapi kita akan selektif dalam memilih calon anggota legislatif,” klaim Tandirerung kepada para wartawan di Sekretariat DPC PSI Kabupaten Manokwari, kemarin.

Ia menerangkan, setelah membuka pendaftaran, pihaknya akan masuk ke tahap forum independen yang panelisnya terdiri dari akademisi, tokoh masyarakat, dan internal partai yang siap menyeleksi calon anggota legislatif.

Menurut Tandirerung, seleksi ini akan menentukan calon anggota legislative perwakilan PSI yang berkompeten atau tidak untuk diberikan rekomendasi partai.

Ditanya tentang syarat yang menjadi rujukan calon anggota legislatif yang diusung PSI, ia menegaskan, pertama, pihaknya akan memprioritaskan kader partai yang aktif.

Ditambahkannya, kedua pendidikan. Artinya, sambung dia, PSI akan melihat gagasan calon anggota legislatif tentang kedewanan, pelayanan publik, dan hal yang berkaitan dengan tugas-tugas kedewanan, tetapi semua ini akan digodok panelis.

“Tapi ancang-ancang kita tentu materi itu akan berkaitan dengan fungsi-fungsi mereka sebagai anggota legislatif,” tukasnya.

Ia menuturkan, syarat yang lebih spesifik, yakni calon anggota legislatif akan melengkapi berkasnya dengan melampirkan tulisan esai dengan tema anti korupsi dan intoleransi. “Kenapa, PSI anti terhadap korupsi dan anti terhadap intoleran,” pungkas Tandirerung. [FSM-R1]