Menu

Line 1

Custom Search

Direktur LP3BH Ditunjuk Sebagai Penyelidik Kasus Ham Paniai

  • Ditulis oleh Super User
Penilaian: Rating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star Blank / 0
TerburukTerbaik 

Dalam upaya mendorong penyelesaian kasus dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang berat di Paniai pada peristiwa Lapangan Karel Gobay, Enarotali-Kabupaten Panian, 7 dan 8 Desember 2014 yang menewaskan 4 (empat) warga sipil.

Berkenaan dengan itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) sebagai lembaga negara yang memiliki kompetensi sesuai amanat Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM dan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 1993 tentang KOMNAS HAM.

Dalam hal ini, KOMNAS HAM telah membentuk Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM Yang Berat Peristiwa Paniai tersebut berdasarkan Surat Keputusan KOMNAS HAM Nomor : 009/KOMNAS HAM/III/2016 tanggal 1 Maret 2016.

Tim Penyelidik Pelanggaran HAM Berat Peristiwa Paniai tersebut diketuai Meneger Nasution, Komisioner Komnas HAM yang pernah memimpin penyelidikan awal peristiwa Paniai tersebut dan menyimpulkan bahwa diduga keras adanya peristiwa pelanggaran HAM Yang Berat, sebagaimana diamanatkan di dalam pasal 7, pasal 8 dan pasal 9 Undang Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) yang juga salah satu Advokat dan Pembela HAM di Tanah Papua terpilih dan ditunjuk sebagai salah satu dari 10 Penyelidik dalam Tim bentukan KOMNAS HAM tersebut.

Ada 4 (empat) orang Pembela HAM dari Tanah Papua yang terpilih dan duduk sebagai Penyelidik dalam Tim Paniai tersebut, yaitu Yan Christian Warinussy, Rika Korain (aktivis HAM dan Perempuan Papau di Jayapura) dan Dr.Budi Hernawan (aktivis HAM Papua dan Peneliti Senior pada Abdurrahman Wachid Institute Jakarta). Ketiganya sebagai Penyelidik, dan Yorgen Numberi (aktivis HAM dan salah satu staf pada Perwakilan KOMNAS HAM Papua di Jayapura) sebagai penyelidik pembantu.

Ketiganya Pembela HAM tersebut diatas terpilih sebagai anggota penyelidik dalam tim Pania ini didasarkan pada  amanat pasal 18 ayat (1) dan ayat (2) Undang Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM yaitu mewakili unsur masyarakat.

Dimana di dalam penjelasan pasal 18 ayat (2) tersebut dikatakan : ..."yang dimaksud dengan unsur masyarakat adalah  tokoh dan anggota masyarakat yang profesional, berdedikasi, berintegrasi tinggi, dan menghayati di bidang HAM".


Peace,

Yan Christian Warinussy
Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari/Advokat dan Pembela HAM di Tanah Papua/Sekretaris Komisi HAM dan KPKC pada Badan Pekerja Klasis GKI Manokwari/Anggota Steering Commitee Foker LSM se-Tanah Papua/Peraih Penghargaan Internasional Di Bidang HAM " John Humphrey Freedom Award" tahun 2016 dari Canada/Anggota Tim Ahli DPRD Kabupaten Manokwari/ Penyelidik Peristiwa Pelanggaran HAM Yang Berat Paniai .-

  • No comments found

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
Info for bonus Review bet365 here.