Menu

Line 1

Custom Search

Pembebasan Filep Karma, Jalan Hormati HAM Di Tanah Papua

  • Ditulis oleh Super User
Penilaian: Rating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star Blank / 0
TerburukTerbaik 

Atas nama Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, saya menyambut bebasnya salah satu aktivis pro-Papua Merdeka, Filep Karma pada Kamis (19/11) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Abepura-Jayapura.

Bapak Filep Karma merupakan salah satu mantan narapidana politik (napol) yang telah ditangkap dan ditahan sejak 1 Desember 2004 dan mendapatkan vonis hakim Pengadilan Negeri Jayapura selama 15 tahun penjara sejak tanggal 26 Mei 2005 yang lalu.

Karma didakwa dengan tuduhan bahwa perbuatannya saat itu memenuhi unsur-unsur pidana yang terkandung di dalam pasal 106 dan pasal 110 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

Dia telah menjalani hukuman/pidana penjara selama lebih dari 10 tahun atas tindakannya dalam menggunakan haknya dalam mengekspresikan dirinya secara bebas (right to free expression) dan untuk berkumpul secara bebas (right to freely assemble).

Sebenarnya di dalam melakukan tindakan berorasi dan kemudian membawa bendera Bintang Pagi (the Morning Star) pada tanggal 1 Desember 2004 tersebut, Bapak Karma sama sekali tidak menggunakan cara-cara yang menghalalkan kekerasan fisik dan atau senjata.

Namun demikian dia merupakan salah satu orang yang ditangkap dan ditahan hingga diproses secara hukum oleh Negara secara sadar dan mengabaikan hak-haknya sebagai warga negara merdeka yang dilindungi dalam pasal 28 Undang Undang Dasar 1945.

Pak Karma benar-benar mengalami perlakuan yang sangat tidak adil dan melawan prinsip-prinsip hak asasi manusia yang berlaku secara universal yang diperankan oleh Negara.

Padahal dia hanya menyampaikan pandangan dan pendapatnya yang berbeda terhadap Negara yang sama sekali tidak menimbulkan dampak-dampak politik yang mengganggu stabilitas politik dan keamanan saat itu.

LP3BH mendesak Pemeerintah Indonesia di bawah pimpinan Presiden Ir.H.Joko Widodo agar menjadikan momentum bebasnya Karma sebagai suatu saat yang baik bagi dimulainya langkah-langkah pembebasan terhadap para tahanan politik (tapol) dan narapidana politik (napol) yang tengah menjalani proses hukum dan masa hukumannya di penjara-penjara di berbagai kota di Tanah Papua.

Sebagai contoh nyata adalah sedang ditahan dan diprosesnya 3 (tiga) aktivis Komite Nasional papua Barat (KNPB), yaitu Alexander Nekenem, Maikel Aso alias Yoram Magai dan Narko Murib alias Nopinus Humawak di Pengadilan negeri Manokwari.

Mereka juga ditangkap dan ditahan dengan tuduhan melakukan perbuatan pidana secara bersama-sama menghasut orang melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 160 KUH Pidana juncto pasal 55 KUH Pidana.

Pada lanjutan persidangan hari Kamis, 19/11 ketiga terdakwa tersebut dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar dijatuhi pidana penjara masing-masing selama 2 (dua) tahun dipotong selama mereka berada di dalam tahanan.

Sesuatu tuntutan hukum yang sangat berat bagi ketiga orang terdakwa tersebut yang sama sekali tidak melakukan tindakan kekerasan, apalagi menghasut orang untuk melakukan tindakan melawan hukum dan tidak nampak akibat dari perbuatannya yang didakwa itu menyebabkan adanya korban manusia maupun harta benda pada tanggal 20 Mei 2015 yang lalu di Amban-Manokwari, Propinsi Papua barat.


Peace,

Yan Christian Warinussy
Advokat dan Pembela HAM di Tanah Papua/Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari/Peraih Penghargaan Internasional di Bidang HAM "John Humphrey Freedom Award" Tahun 2005 dari Canada .-

  • No comments found

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
Info for bonus Review bet365 here.