Menu

Line 1

Custom Search

Cenderung "Memihak" Kasdim 1706 Intimidasi KPU Fakfak

  • Ditulis oleh Super User
Penilaian: Rating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star Blank / 0
TerburukTerbaik 

Pada hari Jum'at (13/11) sekitar pukul 22:10 wit, setelah kami selaku Kuasa Hukum Pasangan DONMA (Drs.Donatus Nimbitkendik, M.TP dan Hi.Abdul Rahman, SE) bersama kedua calon kandidat tersebut dan masa pendukungnya meninggalkan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Fakfak.

Kemudian dalam beberapa menit selanjutnya, datanglah Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1706/Fakfak Mayor Infantri Abdul Hamid tiba-tiba memasuki halaman Kantor KPU Fakfak dengan mengendarai sebuah mobil toyota rush warna hitam dan menemui Ketua KPU Fakfak, Mohammad Nur Mamudat.

Menurut salah satu saksi kami yang melihat kejadian tersebut, oknum perwira/petinggi TNI di Fakfak itu sempat mengeluarkan kata-kata kasar seperti :...."kenapa kamu KPU Fakfak mengakomodir pasangan DONMA...?" ..."kamu nanti bisa kena resiko pidana?...", "...kalau mereka (pasangan DONMA.red) punya bukti tidak kuat, ya ditolak saja to...?

Pernyataan dan kata-kata oknum Mayor Infantri Abdul Hamid tersebut sama sekali tidak menunjukkan wibawa dan posisinya sebagai aparat keamanan negara (TNI) yang seharusnya netral dan tidak memihak kepada siapapun

Termasuk dalam hal bertindak mencampuri urusan internal dan tugas mulia dari para komisioner KPU Fakfak yang jelas-jelas dilindungi oleh undang undang bahkan Konstitusi Negara Republik Indonesia.

Tindakan Mayor Infantri Abdul Hamid sama sekali tidak mencerminkan posisi dan wibawa dia sebagai seorang petinggi institusi keamanan (TNI) yang seharusnya hanya bertugas memback-up (mendukung) Polri dalam menjaga dan memberikan kepastian keamanan bagi para pihak (kandidat) maupun penyelenggara pemilu (KPU) dan pengawas pemilu (panwas) untuk dapat menjalankan tugas kenegaraannya dengan baik hingga 9 Desember 2015 mendatang. Jadi bukan datang dan bertindak mengeluarkan kata-kata dan pernyataan bahkan ancaman kepada komisioner KPU di Kabupaten Fakfak tersebut.

Perilaku Mayor Infantri Abdul Hamid pada Jum'at (13/11) malam itu semakin menguatkan dugaan kami dan banyak pihak, jika dia terkesan tidak netral dan telah memihak kepada salah satu calon tertentu dalam pilkada di Kabupaten Fakfak tersebut. Sehingga adalah pantas dia ditindak secara hukum oleh atasannya setingkat Danrem dan atau Panglima KODAM bahkan Panglima TNI sekalipun.


Peace,

Yan Christian Warinussy
Advokat dan Pembela HAM di Tanah Papua/Peraih Penghargaan Internasional di Bidang HAM "John Humphrey Freedom Award" Tahun 2005 dari Canada/Koordinator Tim Kuasa Hukum Pasangan DONMA .-

  • No comments found

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
Info for bonus Review bet365 here.