Pasific Pos.com
Papua Barat

Praktek Dunia Kerja dan Teori di Kampus Tidak Jauh Berbeda

Manokwari, TP – Belajar tidak mengenal usia, demikian salah satu ungkapan yang pantas disandang salah satu anggota Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat, Yonadap Trogea.

“Ada kesan tersendiri yang saya rasakan saat saya melakukan magang di Sekretariat DPR Papua Barat,” kata mahasiswa tugas belajar Universitas Papua (Unipa) Manokwari ini kepada Tabura Pos di tempat magangnya, pekan lalu.
Ia mengaku memilih magang di Bidang Keuangan, Sub Bagian Penyusunan Program Anggaran dan Sub Bagian Perbendaharaan dan Sub Bagian Verifikasi.

“Saya memilih bagian ini karena dari sisi teori yang saya pelajari di kampus nyambung dengan apa yang saya harus lakukan di kantor atau di dunia kerja. Teori yang saya dapat selama 4 semester di kampus, saya ingin lihat, apakah teori itu sama saat kita terjun ke dunia kerja atau tidak. Kurang lebih 2 bulan berjalan ini, teori dan praktek tidak jauh berbeda,” tukas Trogea.

Mantan wartawan Papua barat Pos ini menjelaskan, dia memilih jurusan dengan tujuan ingin mengetahui bagaimana penyusunan program anggaran sampai verifikasi program yang urgen.

“Kita sering berbicara teori di kampus, tapi perlu ditambah praktek. Selaku mahasiswa magang dan sebagai anggota DPR Papua Barat, selama beberapa bulan ini di tempat magang, melihat teman-teman Sekretariat sangat intens dan disiplin. Mereka bekerja sesuai mekanisme dan prosedur, transparan, dan tidak pelit dalam memberikan data kepada saya. Ini sangat luar biasa dan pengalaman tersendiri bagi saya,” kata dia.

Dia mengucapkan terima kasih untuk Rektor Unipa Manokwari, Ketua DPR Papua Barat, dan Sekretaris DPR Papua Barat dan jajarannya yang sudah memberikan izin untuk belajar.

Di samping itu, Trogea berharap jika ada magang oleh mahasiswa tugas belajar, seharusnya jangan disamakan dengan mahasiswa murni, dimana program dari kampus, mau tidak mau harus semua mengikuti kuliah kerja nyata (KKN).
“Misalnya, kalau kami yang kerja ikut KKN selama 2 bulan dan tidak aktif di kantor yang menerapkan sistem absensi elektronik, akan berpengaruh terhadap hak-haknya,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Trogea berharap teman-teman tugas belajar tidak dipersulit dan diberikan kemudahan, sehingga ilmu yang diperoleh melalui tugas belajar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat Papua Barat. [FSM-R1]