Pasific Pos.com
Papua Selatan

Populasi Ternak Di Merauke Meningkat

MERAUKE,ARAFURA,- Kendati hingga akhir Tahun 2017 jumlah populasi ternak besar seperti sapi, kerbau dan kuda belum mencapai angka 40.000 ekor, namun dipastikan populasi ternak di Kabupaten Merauke terus mengalami peningkatan.

“Sekitar tiga puluh limaan ribu (jumlah ternak,red) kita sudah capai,”ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Merauke, Ir. Bambang Dwiatmoko,M.Si, ketika dikonfirmasi wartawan di Halaman GOR Head Sai, belum lama ini.

Dijelaskan Bambang, peningkatkan jumlah ternak secara nasional itu dilakukan melalui program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB). Khusus di Kabupaten Merauke Tahun 2017 telah dilkukan sebanyak 1.800 Inseminasi Buatan (IB).”Kita harapkan 60 persen dari (jumlah) itu jadi,”ujar Bambang.

Selain itu, kata Bambang, jika dilihat dari tingkat pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH), satu hari hanya berkisar 8-12 ekor. Pihaknya juga tengah bekerjasama dengan Satpol PP menyangkut dengan syarat-syarat pemotongan sapi di RPH.

“Lagi dipersiapkan. Mudah-mudahan, tidak terlalu lama, kita sudah ajukan peraturan bupati. Diharapkan bisa menekan tingkat pemotongan,”tukas Bambang.

Bambang menegaskan, menekan tingkat pemotongan ternak bukan berarti menurunkan tingkat konsumsi, karena kualitas pelayanan tetap dilakukan.

Sementara itu, ketika disinggung soal perluasan areal persawahan apakah tidak mempengaruhi populasi ternak? Bambang mengungkapkan itu berpengaruh pada ladang penggembalaannya. Namun, bertambahnya areal pertanian maka secara otomatis bertambah pula limbah pertanian yang bisa dijadikan pakan ternak.

“Sebagai contoh, bertambahnya satu hektar sawah, itu bisa menghasilkan empat ton jerami padi yang bisa kita olah jadi pakan ternak,”terangnya.