Pasific Pos.com
Kriminal

Polresta Jayapura Ungkap 17 Kasus Perjudian, 37 Orang Ditetapkan TSK

Jayapura,- Guna mengatasi maraknya perjudian togel maupun jenis-jenis perjudian lainnya yang ada di Kota Jayapura yang kian meresahkan warga, sedikitnya sudah ada 37 orang yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang melanggar pasal 303 KUHP tentang perjudian oleh Kepolisian Resort Jayapura Kota.

Kasubag Humas Poles Jayapura Kota, Iptu Jahja Rumra, mengungkapkan 37 orang yang ditetapkan tersangka kini sudah mendekam di sel tahanan Polres Jayapura Kota untuk diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku.

“Semuanya sudah ditahan, dan kini masih peroses pemberkasan oleh Sat Reskrim Polres Jayapura Kota untuk dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jayapura,” jelasnya.

Lanjut Jahja, kasus perjudian yang sudah merajalela di Kota Jayapura saat ini sudah menjadi atensi Kapolres Jayapura Kota yang baru menjabat kurang lebih 1 bulan ini, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Kabupaten Jayapura.

“Baru satu bulan saja sudah ada sekitar 37 orang, belum lagi waktu berjalan setiap harinya pasti ada pelaku-pelaku perjudian yang ditangkap entah itu dari Polres maupun Polsek jajaran,” jelasnya.

Kata Jahja, sampai dengan saat ini dari 37 pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedikitnya ada 8 orang wanita ikut terlibat, lebih mirisnya lagi satu diantaranya dalam keadaan hamil tua.

“37 orang terlibat kasus perjudian baik-kasus judi togel, sabung ayam, serta judi kartu, dimana lebih mendominasi kasus perjudian togel yang ditangkap, sementara untuk 8 wanita yang ditangkap satu wanita yang kini hamil 8 bulan terlibat kasus judi dadu, sementara sisanya judi togel,” tuturnya.

Sementara itu dari tangan para pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti uang jutaan rupiah, serta alat bukti bermain judi dari 15 kasus perjudian yang diungkap.

Mantan kanit Reskrim Polsek Jayapura Selatan ini pun menambahkan atas perbuatan ke 37 pelaku ini akan diproses sesuai hukum yang berlalu tanpa ada pandang bulu, dimana sesuai dengan perintah Kapolres.

“Semuanya dijerat dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara,” tegasnya.