Pasific Pos.com
Papua Barat

Polisi Tak Tahu Miras Diselundupkan Dalam Kontainer, Erwindi : Kasih Laporan ke Kita

Manokwari, TP – Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi mengaku, pengawasan dan pencegahan terhadap masuknya minuman keras (miras) dan narkotika melalui Pelabuhan Manokwari, dilakukan antar-instansi.

“Di pelabuhan itu kan sistem antar-instansi. Kalau kapal masuk, sudah ada bagian-bagiannya. Intinya kita sama-sama menjaga-lah,” ucap Kapolres kepada para wartawan di Oriestom Bay, Rendani, Manokwari, Selasa (30/1).

Untuk pengawasan narkotika, mantan Kapolres Kaimana ini menekankan, selama ini pihaknya masih memakai sistem informan dan razia yang bersifat manual atau cara-cara konvensional. “Tapi tetap kita lakukan. Setiap turun, kita cek. Kemarin kita dapatkan beberapa miras dan narkoba,” ungkapnya.

Disinggung tentang pertanyaan masyarakat apabila pihak kepolisian bisa mengetahui penumpang yang hanya membawa 1 atau 2 botol miras, sedangkan miras yang diselundupkan dengan kontainer tidak diketahui, Adam Erwindi menjawab, itu dari laporan masyarakat saja. “Kasih laporan ke kita-lah biar kita tindaklanjuti,” ujarnya.

Mengenai adanya oknum anggota Polri yang pernah ditangkap karena menjual miras di Distrik Manokwari Barat dan dikabarkan masih tetap menjual miras, Kapolres mengatakan, tolong diinformasikan, sehingga dirinya bisa mengirim tim untuk mengecek.

“Nanti saya kirim tim dan jika terbukti anggota itu kita akan proses. Masih banyak anggota kita yang bagus-bagus kok. Kalau salah diingatkan bagus, tapi kalau tidak, kita proses. Minggu depan saya mau kasih reward anggota yang berprestasi,” ungkapnya.

Diterangkanya Adam Erwindi, pihak kepolisian tetap berusaha semaksimal mungkin mencegah masuknya miras ke wilayah hukum Polres Manokwari. Ia mengaku, berbicara miras, berarti berbicara terkait 2 versi, miras pabrikan dan miras lokal, tetapi masyarakat cenderung menyukai miras lokal.

Untuk penindakan terhadap pemasok miras, Kapolres mengatakan, mereka masih tetap mengacu pada peraturan daerah (perda) tentang miras. “Kita mengacu ke perda, sanksunya dimusnahkan,” kata dia.

Diutarakannya, jika sanksi dalam perda dipertegas, maka sanksi terhadap pelaku miras pun akan keras, tetapi sebaliknya, jika perda lemah, maka sanksinya pun disesuaikan.

Dirinya mengaku, miras bukan hanya menjadi masalah di Papua Barat, tetapi menjadi hampir di seluruh daerah, sehingga pihaknya tetap melakukan upaya-upaya pencegahan. [BOM/HEN-R1]