Pasific Pos.com
Papua Barat

Polisi Selidiki Keterlibatan Pihak Lain Terkait OTT Kepala KSOP Manokwari

Manokwari, TP – Wakapolres Manokwari, Kompol A. Mapparenta mengatakan, penyidik Satreskrim Polres Manokwari hingga kini masih terus menyelidiki adanya keterlibatan pihak lain terkait OTT Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manokwari, Ivan Apriadi Hadi Poli alias IAHP, di kediamannya, Perumahan Perhubungan, Komplek Reremi, Kamis (14/6) pekan lalu.

“Memang kalau mahu dilihat dalam kasus ini yang turut membantu melakukan ikut, makanya nanti kita kembangkan,” ungkap Mapparenta kepada Tabura Pos di Komplek Maduraja, Wosi, Rabu (27/6).  

Untuk itu, diungkapkapnya, dalam waktu dekat pihaknya akan berangkat ke Subaraya untuk melakukan Pemeriksaan terhadap Perusahaan Pelayaran yang bersangkutan.

Sebab, dituturkan Mapparenta, pada saat OTT terhadap Kepala KSOP Manokwari, pihaknya juga sempat memberiksa oknum karyawan Perusahaan Pelayaran yang membawa uang tunia kepada Kepala KSOP Manokwari.

“Pengkuannya, dia hanya disuruh membawa uang tersebut oleh bos-nya kepada Kepala KSOP Manokwari. Ini yang sedang kita kembangkan,” ujar dia.

Dirinya mengaku, dalam kasus ini, baru Kepala KSOP Manokwari yang dijadikan sebagai tersangka.

Menurut Mapparenta, yang bersangkutan akan dikenakan pasal 12 huruf E, undang-undang nomor 31 tahun 1999 perubahan atas undang-undang nomor 1 tahun 2001, tentang pembetaran tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup, minimal 4-20 tahun dan denda Rp. 200 Juta.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Indro Rizkiadi mengatakan, yang bersangkutan ditangkap setelah pihaknya melakukan penyilidikan kurang lebih selama satu minggu dan pembuntutan terhadap tersangka.

Dimana, diungkapkannya, dari hasil OTT tersebut pihaknya berhasil mengamankan uang tunai senilai Rp. 35.500.000. pecahan 100.000. dan 1 handphone yang digunakan untuk berkomunikasi.

Lanjut dia, modus yang dia gunakan tersangkanya adalah meminta sejumlah uang kepada korban dengan iming-imingi untuk memperlancar ijin pelayaran Kapal KM. KY 02 bermuatan semen dengan tujuan Kepulauan Obby, Maluku Utara, milik salah satu Perusahaan pelayaran di Surabaya.

“Untuk itu tersangka dan barang bukti sudah kita tahan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kasat Reskrim pada konfrensi perss di ruang kerjannya, Senin (25/6).

Menurut dia, sejuah ini sebanyak empat orang saski telah diperiksa, kemudian akan dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap Peruhsaan pelayaran dimaksud yang beralamat di Surabaya.

Dicecar apakah pungli yang dilakukan Kepala KSOP Manokwari sudah berlansgung sejak lama, Kasat Reskrim mengatakan, tersangka mengakui baru sekali dilakukan, namun pihaknya akan tetap melakukan pengembangan.[BOM]