Pasific Pos.com
Kriminal

Polisi Harus Ungkap Aktor Pengrusakan Kantor Dinas Pendidikan

Timika, Pengrusakan kantor dinas pendidikan dasar kabupaten Mimika yang dilakukab oleh puluhan oknum guru honorer harus ditangani pihak Kepolisian. “Polisi harus mengungkap dan menangkap siapa aktor dibalik pengrusakan ini,” ujar Johanes Rettob saat dihubungi melalui telephon sellulernya.

Jhon panggilan akrab Johanes Rettob menjelaskan, kejadian pengrusakan kemarin sangat merugikan bagi pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati periode 2018/2023 nomor urut 6, Eltinus Omaleng dan Johannes Rettob (Omtob).

“Demo tadi itu terkesan rekayasa dan ada hubungannya dengan politik. Kami minta ini harus diusut tuntas. Demonstrasi tadi ada kaitannya dengan Pilkada, karena dilakukan menjelang Pilkada, dan ini merugikan kami pasangan Omtob,” tuturnya.

Jhon merasa sangat yakin adanya campur tangan salah satu paslon dalam aksi anarkis tersebut, karena paslon tersebut sempat mengunjungi salah satu peserta demo yang diamankan oleh aparat kepolisian untuk dimintai keterangan.
“Disini kita sudah bisa melihat, kalau aksi tersebut ditunggangi oleh siapa. Yang jelas Kami sangat dirugikan dengan adanya aksi ini,” ujarnya.

Aksi para guru honorer ini sangat disayangkan. Menurut Jhon Rettob aksi anarkis para guru honorer karena telah menciderai dunia pendidikan itu sendiri, karena seharusnya mereka harus bersabar menunggu proses pembayaran dana apresiasi yang mereka tuntut.

”Pemerintah tentunya tidak akan tinggal diam mengenai nasib para guru, karena mereka telah berjasa mencerdaskan anak-anak asli Mimika. Para kepala RT, pendeta dan ustad saja dibayarkan, masa guru-guru tidak? Mereka sudah terbukti memberikan kontribusi dalam mengajar anak-anak di pedalaman,” ujarnya.

Jhon Rettob juga menjelaskan bahwa pasangannya Eltinus Omaleng selaku petahana juga mengakui bahwa selama ini Dinas Pendidikan Dasar kabupaten Mimika belum sepenuhnya menjalankan tugas dengan baik, yakni belum melakukan validasi data para guru dengan baik.

“Pemerintah pasti akan membayar dana apresiasi kepada guru-guru jikalau validasi data sudah dilakukan,” jelasnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya aksi guru honorer tersebut dalam rangka menuntut pembayaran honor atau insentif selama 18 bulan guru honorer di Kabupaten Mimika yang telah berlangsung sejak tahun 2017 lalu. Para guru honorer ini semakin marah, dikarenakan kepala dinas pendidikan ingkar janji. Dimana pada dua pekan lalu kepala dinas dihadapan aparat Kapolres Mimika dan para guru berjanji usai libur Idul Fitri akan ada jawaban terhadap tuntutan mereka.
Dalam aksi pengrusakan kemarin , pihak kepolisian mengamankan 8 orang yang diduga sebagai provokator.