Pasific Pos.com
Headline

Polisi Akan Usut Tuntas Aktor Kerusuhan di Papua

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian memastikan akan terus mengejar tokoh-tokoh utama penggerak dalam kerusuhan di tanah Papua, termasuk Wamena, 23 September lalu.

Jenderal yang pernah menjabat Kapolda Papua ini menyebut tokoh-tokoh utama penggerak kerusuhan adalah bagian dari nited Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

“Dimana definisi aman ? Amannya kalau tokoh-tokoh utama penggeraknya baik dari ULMWP maupun KNPB tertangkap. Kami akan kejar terus mereka,” tegas Kapolri usai mengunjungi pengungsi Wamena di Jayapura, Rabu (9/10).

Tito mengklaim telah mengantongi nama-nama tokoh utama penggerak yang dimaksudnya. Namun, dia masih merahasiakan identitas para tokoh utama tersebut. “Kami sudah tahu nama-nama mereka,” katanya seraya menegaskan akan memberikan penguatan pasukan yang ada sampai aman.

Sebelumnya, Polres Jayawijaya menetapkan 13 tersangka terkait kerusuhan di Wamena, pada 23 September lalu. Tiga tersangka diantaranya berperan sebagai provokator dalam kerusuhan tersebut.

Dari 13 total tersangka, tiga diantaranya telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Ketiganya yakni, YA, P dan MH. Polda Papua mengindikasi ketiga DPO merupakan bagian dari ULMWP dan KNPB.

“Tiga DPO ini perannya sebagai provokator. Indikasinya ke sana (ULMWP dan KNPB). Mereka menghasut para pelajar,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, pekan ini.

Diketahui, Polda Papua telah memindahkan penahanan tujuh tersangka kerusuhan Jayapura ke rumah tahanan Polda Kalimantan Timur, karena alasan situasi keamanan di wilayah Papua saat persidangan mendatang.

Dua tahanan diantaranya merupakan pentolan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Mereka yakni Buchtar Tabuni, Wakil Ketua II United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Agus Kossay.