Pasific Pos.com
Kriminal

Polda Papua Ungkap KNPB Aktor Dibalik Bentrok Di Expo Waena

JAYAPURA – Di balik aksi anarkis mahasiswa di kawasan Expo Waena, Kota Jayapura, pada Senin (23/9) lalu, diduga kuat ditaktori oleh kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Hal itu terungkap ketika dua anggota KNPB yakni AA dan AD yang tertangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi anarkis ratusan mahasiswa

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal ketika diwawancarai di Mapolda Papua, Rabu (25/9) siang.

“Dua dari 7 orang tersangka adalah anggota KNPB. Mereka kami tangkap bersama-sama dengan ratusan mahasiswa anarkis di Expo Waena, Jayapura,” kata Kamal.

Kamal menduga aksi anarkis di Expo Waena merupakan stretegi dari KNPB untuk membuat situasi keamanan tidak kondusif. Tudingan ini menyusul aksi damai mahasiswa di Uncen Jayapura berubah drastis saat berada di kawasan Expo Waena. Mereka menyerang aparat yang berjaga maupun saat menikmati makan siang.

“Ini adalah strategi yang dibangun KNPB untuk membuat situasi tidak kondusif karena negosiasi di Uncen Jayapura aman-aman saja. Namun setelah sampai di Expo, malah terjadi penganiayaan dan pengeroyokan terhadap aparat keamanan,” ujar dia.

Saat ini, sambung Kamal, pihak kepolisian masih mengembangkan keterangan kedua tersangka terkait kerusuhan di Expo Waena. “Dua anggota KNPB ini terlibat dalam aksi unjuk rasa di Jayapura pada tanggal 19 dan 29 Agustus lalu. Keduanya telah ditetapkan tersangka atas tuduhan Makar sebagai diatur dalam Pasal 106 KUHP,” kata Kamal.

Sebelumnnya diberitakan, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) bertindak anarkis di kawasan Expo Waena, Kota Jayapura, Senin (23/9). Prajurit TNI bernama Praka Zulkifli gugur akibat dibacok massa pada bagian kepala.

Enam anggota Brimob juga dilaporkan Kombes mengalami luka berat akibat diserang massa. Penyerangan ini menimbulkan bentrokan hingga menyebabkan tiga warga sipil meninggal dunia. 733 mahasiswa ditangkap pascakerusuhan, 726 orang telah dipulangkan, sedangkan 7 sisanya ditetapkan sebagai tersangka.