Pasific Pos.com
Kota Jayapura

Polda Papua Gelar Supervisi Interpol dan Aseanpol

“Dalam Antisipasi Kejahatan Transnasional”

 

Jayapura,– Dalam rangka penanggulangan kejahatan transnasional, Kepolisian Daerah Papua menggelar kegiatan supervisi jaringan interpol (I24/7) dan jaringan aseanpol (e-ADS) yang berlangsung di Aula Rastra Samara Polda Papua, Rabu (7/3) pagi.

Hadir dalam kegiatan yakni Wakapolda Papua, Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki, Dir Intelkam Polda Papua, Ketua tim Div Hubinter Kombes Pol Drs. Adang Gnanjar, Iptu Shintyarlin, Pembina Feor Farly, perwakilan Polres Jayapura Kota, Polres Jayapura dan Polres Keerom.

Wakapolda Papua, Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki dalam sambutannya menyampaikan bahwa divisi hubungan internasional polri terbentuk atas harapan kerjasama pengembangan kapasitas personil polri dengan aktor aktor mancanegara yang terkait dengan partisipasi polri dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia.

“Dalam mengemban kebijakan politik luar negeri pemerintah Indonesia sebagaimana disebutkan dalam undang undang no 2 tahun 2002 pada pasal 41 ayat 3 yang berbunyi kepolisian negara republik Indonesia membantu secara aktif tugas pemeliharaan perdamaian dunia dibawah bendera perserikatan bangsa-bangsa,”tuturnya Rabu (7/3) pagi.

Kata Yakobus Dengan adanya jaringan I-24/7 dan ASEANPOL (e-ADS) yang merupakan kerjasama antar negara dalam pertukaran dan sharing informasi yang dilakukan secara global dan aman serta pelayanan data operasional dan database kepolisian dalam penanggulangan transnasional crime.

“Jaringan interpol dapat digunakan di papua sebaik mungkin. Ini kesempatan dalam rangka pencegahan dan penegakan hukum di daerah perbatasan di Wilayah hukum polda papua serta mengantisipasi perkembangan kejahatan transnasional di Provinsi Papua dapat terlaksana, terutama oleh para personil reskrim dan intelkam polda papua,”terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Div Hubinter Polri Kombes Pol Drs. Adang Gnanjar mengungkapkan di tahun 2015 Polri telah membangun kerja sama dengan beberapa stakeholder yakni bea cukai dan imigras terkait dengan jaringan interpol 24/7.

“Tujuan supervisi untuk menigkatkan pemahaman terkait dengan tugas divhubinter, untuk operator jaringan 24/7 nantinya akan dikirim ke luar negeri bilamana memenuhi syarat untuk dapat mengetahui perkembangan interpol di luar negeri,” singkatnya.