Pasific Pos.com
Info Papua

Polda Papua Gelar Apel Pasukan Pengamanan Pilkada

Jayapura,- Kepolisian Daerah (Polda) Papua menggelar apel pasukan guna persiapan pilkada 2018 di halaman Mako Brimob, Kotaraja, distrik Abepura, Kota Jayapura, Jumat (5/1/18).

Nampak hadir sejumlah tamu undangan diantaranya Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George E Supit, Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijiyantoro, Wakil Bupati Keerom, Muh Markum, Sekretaris FKUB Provinsi Papua, TH Pasaribu, dan Waka Polda Papua, Brigjen Pol Agus Rianto serta pejabat utama di lingkup polda.

“Maksud dan tujuan dari pelaksanaan apel gelar pasukan ini adalah dalam rangka pengecekan kesiapan personil dan perlengkapan pengamanan pesta demokrasi serentak 2018 di Papua,” kata Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Apel gelar pasukan ini, kata dia, juga untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa Polda Papua dibantu TNI dan unsur lainnya siap mengamankan Pilkada di tujuh kabupaten dan provinsi.

“Pilkada adalah salah satu perwujudan dari kedaulatan rakyat yang proses pelaksanaannya dilakukan melalui pemilihan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil guna memperoleh pemimpin,” katanya.

Menurut dia, sistem pemilihan secara langsung tersebut merupakan rangkaian yang tak terpisahkan dalam sistem demokrasi di negara Indonesia, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Tentu saja sebagai sebuah sistim demokrasi modern, lanjut dia, pilkada harus dilaksanakan dengan standar dan tata cara seleksi yang baik guna mencari pemimpin harapan rakyat dengan memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada calon-calon pemimpin daerah yang potensial.

“Pilkada yang notabene menguras biaya, waktu dan perhatian yang cukup besar seyogyanya akan mendatangkan manfaat yang besar pula untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Namun, kata dia, bila berkaca pada pilkada sebelumnya pada 2017 di 11 kabupaten/kota terdapat lima kabupaten yang harus melaksanakan PSU dan berdampak pada terjadinya berbagai permasalahan yang menojol.

“Diantaranya, konflik atau bentrok massa pendukung yang mengakibatkan korban jiwa, luka-luka dan kerugian harta benda. Harapannya hal ini tidak terjadi pada 2018,” katanya.