Pasific Pos.com
Papua Tengah

Pola Penyaluran Beras Raskin Akan Berubah

NABIRE – Pola penyaluran Beras rakyat Miskin (Raskin) akan berubah melalui kepemilikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan nama Beras Sejahtera (Rastra). Tidak semua warga bisa menerima beras Raskin seperti selama ini tetapi beras tersebut akan diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang dikucurkan Kementerian Sosial (Kemensos).

Untuk memperlancar distribusi beras Rastra di Kabupaten Nabire akan ditangani dan dipantau langsung oleh Tim Koordinasi Beras Rastra. Tim akan bergerak setelah SK penetapan tim koordinasi keluar dari Kantor Bupati.

Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nabire, Zakeus Petege di ruang kerjanya, Rabu (28/2) mengatakan Raskin yang selama ini diterima oleh masyarakat akan diubah. Selama ini pemerintah membagi beras raskin kepada masyarakat ekonomi lemah, bahkan pegawai juga bisa menikmati beras tersebut. Tetapi dengan perubahan nama beras bantuan pemerintah tersebut, sasaran penerima juga berubah.

Zakeus menambahkan, sekalipun beras raskin ditujukan kepada masyarakat kurang mampu tetapi kenyataannya, diduga beras raskin dipermainkan oleh oknum-oknum tertentu sehingga beras raskin juga dijual di pasaran.

Oleh sebab itu, untuk menertibkan penyeluran beras raskin ke keluarga tak mampu, pemerintah merubah polanya dengan penerima beras rastra hanya keluarga yang memiliki kartu keluarga sejahtera. Penerimaan beras harus disertakan dengan KKS yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kemensos.

Zakeus menjelaskan, dengan perubahan model penyaluran beras raskin yang dirubah dengan nama beras rastra, distribusinya akan dipantau langsung oleh tim koordinasi beras rastra di daerah. Apabila dikemudian hari ditemukan adanya penyalahgunaan sasaran dan ada oknum yang mempermainkan beras rastra, tim koordinasi di daerah akan memproses yang bersangkutan ke jalur hukum.

Sekretaris Dinsos Kabupaten Nabire ini menambahkan, ada wacana juga untuk mengubah karung beras rastra dan beras lainnya untuk mempermudah monitoring dan pengawasan di lapangan agar beras rastra diterima oleh keluarga sejahtera sebagai penerima beras rastra yang diseleksi oleh Kemensos.

Soal teknis dalam penyeluran beras rastra kepada keluarga sasaran, tetap koordinasi dengan institusi yang selama ini mengurus beras, pemerintah menyerahkan data penerima beras rastra. Data penerima beras rastra, diserahkan oleh Kemensos ke Bulog, lewat koordinasi tingkat pusat, daerah hanya menyukseskan program dengan sasaran kepada keluarga penerima.(ans)